Gus Lilur Minta KPK Tahan 21 Tersangka Korupsi Dana Hibah Jatim

Gus Lilur Minta KPK Tahan 21 Tersangka Korupsi Dana Hibah Jatim Gus Lilur. Foto: Ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kasus korupsi dana hibah Jawa Timur yang menjerat 21 tersangka dinilai menjadi ujian serius bagi KPK. HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur selaku pegiat antikorupsi menegaskan, KPK tidak boleh ragu menahan seluruh tersangka untuk segera diajukan ke persidangan.

“Ini bukan kasus biasa, ini kejahatan berulang. Kalau KPK gagal menjadikan perkara ini sebagai titik putus, maka korupsi di Pemprov Jawa Timur akan terus hidup, berganti wajah, berganti aktor, tapi dengan pola yang sama,” ucapnya, Senin (9/2/2026).

Ia menilai, penundaan penahanan hanya memperpanjang rantai kejahatan dan memberi pesan keliru bahwa korupsi dana publik masih memiliki ruang tawar. Menurut dia, penahanan menyeluruh penting bukan hanya untuk kepentingan penyidikan, tetapi juga sebagai simbol ketegasan negara dalam memberantas korupsi.

“Korupsi dana hibah ini merampas hak rakyat miskin. Maka setiap hari keterlambatan penahanan adalah perpanjangan ketidakadilan. KPK dibentuk bukan untuk menghitung risiko politik, tapi untuk menabrak kejahatan yang dilindungi kekuasaan,” cetusnya.

Gus Lilur menekankan bahwa kasus ini harus dijadikan momentum memutus mata rantai korupsi di Pemprov Jatim. Ia mengingatkan, apabila hanya individu yang dipenjara tanpa membongkar sistem, maka praktik serupa akan terus berulang.

“Kalau hanya satu-dua orang dipenjara, tapi sistemnya dibiarkan, maka lima tahun lagi kita akan membaca berita yang sama. Dana hibah lagi, proyek lagi, pelaku baru lagi. Ini lingkaran setan yang harus dipatahkan sekarang,” katanya.

Ditegaskan olehnya, KPK memiliki momentum kuat karena perkara sudah terbuka, perhatian publik besar, dan alat bukti dinilai cukup. Gus Lilur mendesak agar KPK menahan seluruh tersangka serta menyita aset hasil korupsi sebagai langkah memutus pola kejahatan yang mengakar di Jawa Timur.

“Penjarakan koruptor dana hibah Jawa Timur sekarang. Jangan tunggu publik kehilangan kepercayaan sepenuhnya,” pungkasnya. (mdr/mar)