Tasyakuran yang digelar Gubernur Khofifah di Grahadi dalam rangka memperingati HPN atau Hari Pers Nasional tahun ini.
Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan Grahadi, Fatimatuz Zahro, menyampaikan apresiasi atas perhatian Khofifah yang konsisten memperingati HPN bersama jurnalis. Ia menekankan profesi jurnalis menuntut kerja keras dan dedikasi tinggi, bahkan sering kali mempertaruhkan keselamatan demi informasi publik.
“Namun, prinsip kami tetap satu, tidak ada berita yang seharga dengan nyawa,” katanya.
Ia juga menilai tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI). Kendati demikian, ia yakin AI tidak akan mampu menggantikan sensitivitas, intuisi, dan etika jurnalis profesional.
“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi insan pers. Namun kami yakin, kecerdasan buatan tidak akan mampu mengalahkan sensitivitas dan nurani jurnalis dalam menulis berita,” ucapnya.
Kegiatan dihadiri Pokja Wartawan Grahadi, Pokja Wartawan Indrapura, Pokja Wartawan Polda Jatim, Pokja Wartawan Hukum (Wankum), Komunitas Media Pengadilan Kejaksaan (Kompak), serta sejumlah kepala perangkat daerah. Momentum tasyakuran ditandai dengan potong tumpeng, makan bersama, dan ramah tamah antara Gubernur Khofifah dan para jurnalis. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




