Deklarasi 8.494 Desa Bersinar, Khofifah Sebut Jatim Siap Jadi Role Model Nasional Antinarkoba

Deklarasi 8.494 Desa Bersinar, Khofifah Sebut Jatim Siap Jadi Role Model Nasional Antinarkoba Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat memberi sambutan.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemprov Jatim resmi mendeklarasikan gerakan Jawa Timur Bersih Narkoba (Bersinar) dengan melibatkan 8.494 desa sebagai garda terdepan pemberantasan narkoba. Deklarasi dibacakan Gubernur Khofifah di Balai Pemuda Surabaya, Jumat (13/2/2026).

Dalam agenda itu, ia menerima penghargaan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. Khofifah menegaskan, deklarasi ini memperkuat komitmen desa-desa di Jawa Timur untuk menjadi Desa Bersinar dengan pengawalan langsung Kementerian Desa.

“Oleh karena itu kekuatan Pak Mendes menjadi penting untuk terus membentuk, mengawal, dan menjadikan desa-desa di Indonesia, terutama Jawa Timur ini bersih narkoba,” ujarnya.

Disampaikan olehnya, BNN turut memberikan edukasi tentang berbagai jenis dan bahaya narkoba yang terus bermetamorfosis. Menurut dia, penyalahgunaan narkoba berpotensi merusak kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menjadi ancaman serius bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Metamorfosis berbagai bentuk narkoba dapat menimbulkan adiksi dan sangat mengganggu kapasitas serta kualitas SDM kita,” katanya.

Sementara itu, Kepala BNN RI, Komjen Pol Marthinus Hukom, mengapresiasi komitmen Pemprov Jatim yang konsisten membangun Desa Bersinar melalui pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menekankan penanganan narkoba tidak bisa dilakukan satu pihak saja. 

“Korban narkoba jangan dijadikan aib atau musuh. Rangkul dan rehabilitasi,” ucapnya.

BNN juga membuka layanan call center 184 untuk informasi dan akses rehabilitasi, memperkuat layanan melalui IPWL di klinik dan rumah sakit, serta IBM di desa. Program Integrasi Kurikulum Anti-Narkoba (IKAN) turut digulirkan agar edukasi bahaya narkoba masuk ke sekolah tanpa menambah beban pelajaran.

Sedangkan Menteri Desa dan PDTT, Yandri Susanto, menyebut Jawa Timur memiliki posisi strategis dengan jumlah desa terbesar di Indonesia. Ia menegaskan, visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara harus diiringi komitmen bebas narkoba.

“Ini bukan sekadar deklarasi. Ayo pasang mata dan telinga. Jangan takut melaporkan dan jangan takut melawan bandar. Kita harus lebih berani,” tuturnya.

Dengan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat, Jawa Timur optimistis gerakan Desa Bersinar menjadi ruh perjuangan mewujudkan provinsi bebas narkoba. (dev/mar)