Semarak HUT ke-340, Wali Kota Pasuruan Ajak Warga Lestarikan Wayang Kulit sebagai Warisan Budaya

Semarak HUT ke-340, Wali Kota Pasuruan Ajak Warga Lestarikan Wayang Kulit sebagai Warisan Budaya Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo saat memberikan sambutan di acara pagelaran wayang kulit.

KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menghadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340 yang digelar di Gedung Kesenian Darmoyudho, Jumat (13/2/2026).

Dalam sambutannya, Mas Adi menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit kali ini mengusung lakon “Amarto Binangun” yang memiliki makna membangun negeri dan membangun nilai-nilai kehidupan. Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dalam menatap masa depan Kota Pasuruan.

“Malam ini kita hadir dalam pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340. Judulnya Amarto Binangun, yang berarti membangun negeri dan membangun nilai. Ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya kita menatap masa depan,” ujar Mas Adi, sapaan Wali Kota Pasuruan.

Mas Adi menegaskan bahwa wayang bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan. Wayang kulit merupakan bagian dari upaya nguri-uri budoyo atau melestarikan budaya warisan leluhur. Selain itu, wayang juga dikenal sebagai media dakwah yang dahulu digunakan para wali untuk menyampaikan pesan moral dan nilai kebaikan kepada masyarakat.

Mas Adi saat memanjatkan doa bersama seluruh hadirin pagelaran wayang kulit yang digelar dalam rangka HUT ke-127 Kota Pasuruan. 

“Wayang ini kita lestarikan sebagai bagian dari warisan leluhur. Bukan hanya menjadi tontonan, tapi juga tuntunan. Banyak pesan moral yang disampaikan melalui instrumen wayang ini,” tambahnya.

Mas Adi juga menyampaikan terima kasih kepada para seniman, pendukung, dan tokoh senior yang terus melestarikan budaya bangsa. Ia berharap semangat menjaga karakter dan jati diri bangsa melalui seni budaya terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Turut hadir dalam acara, Wakil Wali Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, serta ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan pertunjukan hingga selesai. (par/msn)