SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya sukses menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II yang berlangsung khidmat pada 16-17 Februari 2026.
Bertempat di suasana sejuk Arayanna Hotel & Resort, Trawas, Mojokerto, forum ini menjadi ruang kontemplasi sekaligus konsolidasi strategis bagi para pengurus.
Dengan tema “Sinergi Khidmat dan Langkah Selaras untuk Kemaslahatan Umat Berkelanjutan”, acara ini bertujuan menyatukan visi organisasi di tengah kompleksitas dinamika masyarakat urban.
Tema yang diangkat bukan sekadar jargon, melainkan panggilan untuk memperkuat koordinasi internal. PCNU Surabaya menyadari bahwa tantangan di kota besar memerlukan langkah yang sinkron agar program kerja tidak berhenti di atas kertas.
Melalui Muskercab ini, sinergi antara berbagai lembaga dan badan otonom di bawah naungan PCNU Surabaya diperkuat guna memastikan setiap gerak organisasi memberikan manfaat nyata bagi warga Nahdliyin.

Ketua PCNU Kota Surabaya, H. Masduki Toha, dalam sambutannya mengingatkan bahwa setiap posisi dalam struktural NU adalah amanah besar. Ia menegaskan bahwa jabatan bukanlah simbol status, melainkan beban tanggung jawab untuk melayani.
"Jabatan di NU ini bukan untuk gagah-gagahan. Ini adalah tanggung jawab moral kita kepada umat dan para pendiri. Pelantikan kemarin hanyalah pintu masuk, kerja nyata kita dimulai dari sini," tegasnya dengan penuh wibawa.
H. Masduki Toha juga menyoroti pentingnya penguatan organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Menurutnya, keberhasilan Muskercab diukur dari sejauh mana instruksi organisasi sampai ke tingkat Ranting dan MWC.
Ia mendorong agar setiap pengurus tidak hanya aktif di tingkat cabang, tetapi juga turun langsung mendampingi jamaah di kampung-kampung, memastikan bahwa kehadiran NU benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.
Hadir memberikan arahan, Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Machfud (Gus Kikin), menyampaikan pesan reflektif yang sangat mendalam. Beliau menyinggung kondisi organisasi yang harus terus dijaga kemurniannya.
Gus Kikin mengingatkan agar NU jangan sampai mengalami penurunan kualitas pengabdian. Beliau mengajak seluruh pengurus untuk melakukan muhasabah massal agar organisasi tidak terjebak dalam kepentingan pragmatis yang menjauhkan NU dari nilai-nilai asalnya.
"Kita semua harus menjaga agar NU tidak 'turun derajat' dengan lebih mementingkan kedekatan kepada penguasa atau kepentingan duniawi daripada kepada Yang Maha Kuasa," pesan Gus Kikin.
Beliau menekankan bahwa kemuliaan NU terletak pada kemandiriannya. Prinsip "Hidupkanlah NU, dan jangan mencari hidup di NU" kembali beliau gaungkan sebagai pengingat keras bagi para kader agar senantiasa mengedepankan keikhlasan dalam berkhidmah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




