Siti Rochmah saat mendampingi putranya. (Ist)
KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Siti Rochmah (39), warga Desa Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri mengaku sangat bersyukur lantaran operasi amandel anaknya berjalan lancar berkat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Menurutnya, pelayanan JKN semakin memudahkan peserta. Seperti alur berobat yang kini lebih jelas, proses lebih cepat, dan informasi layanan lebih mudah diakses.
BACA JUGA:
- Halaqah Keuangan Haji Kediri: Strategi BPKH Optimalkan Dana Jemaah dan Solusi Pangkas Antrean
- Wali Kota Kediri Berangkatkan 1.100 Pekerja Hadiri Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk
- Operasi 'Jumat Gaul' di Kabupaten Kediri, Empat Pelanggar Lalin dan Kerumunan Pemuda Ditertibkan
- Libur Panjang Bikin SLG Kediri Dipadati Wisatawan, Parkir Dibuka Penuh
Pengalaman tersebut ia rasakan sejak pemeriksaan awal di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Setelah dilakukan pemeriksaan, anak Siti mendapatkan rujukan untuk pemeriksaan lanjutan hingga akhirnya dijadwalkan menjalani operasi amandel di rumah sakit.
“Awalnya saya bawa anak saya periksa ke FKTP dulu. Pelayanannya baik, dokternya juga menjelaskan dengan jelas. Dari situ anak saya dapat rujukan untuk pemeriksaan lanjutan, sampai akhirnya disarankan operasi amandel di rumah sakit,” ujar Siti saat ditemui di Rumah Sakit Gambiran Kediri, Kamis (26/2/2026).
Selain kemudahan alur layanan, Siti juga mengungkap pembiayaan pengobatan ditanggung melalui kepesertaan JKN. Ia menyampaikan bahwa dirinya dan anaknya telah terdaftar sejak tahun 2019 dalam segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang didaftarkan oleh pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, kami dapat bantuan dari pemerintah, jadi kepesertaan JKN sekeluarga gratis, termasuk anak saya. Saya jadi tidak terlalu memikirkan biaya lagi. Apalagi operasi seperti ini pasti mahal. Selama di rumah sakit juga saya tidak pernah diminta biaya tambahan,” paparnya.
Siti juga memanfaatkan layanan digital saat akses layanan. Ia menyebut, aplikasi Mobile JKN membantu peserta memantau status kepesertaan, memperbarui data, hingga mengambil antrean online sebelum datang ke faskes.
“Saya rutin cek status kepesertaan lewat Mobile JKN. Setiap mau berobat, saya biasanya ambil antrean online supaya lebih cepat. Kemarin juga sempat FKTP kami sekeluarga beda-beda, jadi sekalian saya ubah datanya lewat Mobile JKN,” ungkapnya.
Siti berharap, program JKN terus dipertahankan dan kualitas layanan semakin meningkat. Ia menilai program ini memberi manfaat langsung bagi keluarga sekaligus menjadi wujud gotong royong agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan.
“Semoga program JKN terus berjalan dan pelayanannya semakin baik. Saya dan keluarga sudah merasakan manfaatnya. Dengan tetap menjadi peserta, itu juga berarti ikut berkontribusi membantu mereka yang membutuhkan layanan kesehatan,” pungkas Siti.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, mengatakan layanan digital terus dioptimalkan untuk memudahkan peserta mengakses informasi dan layanan administrasi. Menurutnya, aplikasi Mobile JKN menjadi salah satu kanal yang dapat digunakan peserta untuk memperoleh layanan yang lebih praktis.
“Melalui Mobile JKN, peserta bisa melakukan pengecekan status kepesertaan secara mandiri untuk memastikan kepesertaannya aktif sebelum mengakses layanan kesehatan. Selain itu, peserta juga dapat memanfaatkan berbagai fitur lainnya, seperti perubahan data, antrean online, hingga layanan informasi dan pengaduan, sehingga layanan menjadi lebih mudah dan efisien,” ucap Tutus di kantornya, Jumat (27/2/2026). (uji/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




