Siti Rochmah saat mendampingi putranya. (Ist)
Siti juga memanfaatkan layanan digital saat akses layanan. Ia menyebut, aplikasi Mobile JKN membantu peserta memantau status kepesertaan, memperbarui data, hingga mengambil antrean online sebelum datang ke faskes.
“Saya rutin cek status kepesertaan lewat Mobile JKN. Setiap mau berobat, saya biasanya ambil antrean online supaya lebih cepat. Kemarin juga sempat FKTP kami sekeluarga beda-beda, jadi sekalian saya ubah datanya lewat Mobile JKN,” ungkapnya.
Siti berharap, program JKN terus dipertahankan dan kualitas layanan semakin meningkat. Ia menilai program ini memberi manfaat langsung bagi keluarga sekaligus menjadi wujud gotong royong agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan.
“Semoga program JKN terus berjalan dan pelayanannya semakin baik. Saya dan keluarga sudah merasakan manfaatnya. Dengan tetap menjadi peserta, itu juga berarti ikut berkontribusi membantu mereka yang membutuhkan layanan kesehatan,” pungkas Siti.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, mengatakan layanan digital terus dioptimalkan untuk memudahkan peserta mengakses informasi dan layanan administrasi. Menurutnya, aplikasi Mobile JKN menjadi salah satu kanal yang dapat digunakan peserta untuk memperoleh layanan yang lebih praktis.
“Melalui Mobile JKN, peserta bisa melakukan pengecekan status kepesertaan secara mandiri untuk memastikan kepesertaannya aktif sebelum mengakses layanan kesehatan. Selain itu, peserta juga dapat memanfaatkan berbagai fitur lainnya, seperti perubahan data, antrean online, hingga layanan informasi dan pengaduan, sehingga layanan menjadi lebih mudah dan efisien,” ucap Tutus di kantornya, Jumat (27/2/2026). (uji/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




