Madura adalah Selat Hormuz Indonesia

Madura adalah Selat Hormuz Indonesia Shofiyullah Muzammil.

Oleh: Shofiyullah Muzammil

Gelombang aspirasi itu kini menemukan momentumnya. Seribu kiai Madura yang tergabung dalam Badan Silaturahim Ulama Pesantren Madura (BASSRA) bersiap menghadap Presiden di Istana—bukan untuk kepentingan sesaat, melainkan untuk menyampaikan satu pesan sejarah: Madura sudah saatnya menjadi provinsi sendiri (Bangsaonline, 11/4).

Suara ini bukan sekadar tuntutan administratif, tetapi representasi dari kesadaran kolektif masyarakat—yang lahir dari pengalaman panjang tentang potensi, ketertinggalan, dan harapan akan masa depan yang lebih adil.

Dalam konteks itulah tulisan ini hadir: membaca Madura bukan sebagai “daerah pinggiran”, melainkan sebagai simpul strategis nasional. Bahkan lebih jauh, Madura layak disebut sebagai “Selat Hormuz”-nya Indonesia.

Geostrategi Madura

Dalam geopolitik global, Selat Hormuz adalah titik kunci yang menentukan aliran energi dunia. Ia bukan sekadar jalur laut, tetapi poros strategis yang memengaruhi stabilitas global. Indonesia memiliki analoginya—dan itu adalah Madura.

Secara geografis, Madura berada di jalur vital antara Laut Jawa dan kawasan timur Indonesia. Ia menjadi penghubung antara pusat ekonomi nasional di Jawa dengan wilayah-wilayah berkembang di Indonesia timur. Di sekitarnya terdapat jalur pelayaran strategis, aktivitas energi (migas) di utara Jawa dan akses menuju kawasan maritim nasional Dengan posisi ini, Madura sesungguhnya adalah choke point ekonomi domestik yang menentukan efisiensi distribusi barang, energi, dan logistik nasional.

Selama ini, Madura sering diposisikan sebagai wilayah pinggiran . Padahal dalam perspektif geopolitik, ia justru merupakan “engsel strategis” (strategic hinge) yang menghubungkan berbagai pusat pertumbuhan.

Masalahnya bukan pada ketiadaan potensi, tetapi pada keterbatasan kewenangan. Tanpa status provinsi, Madura tidak memiliki kapasitas penuh untuk mengelola posisi strategisnya sendiri. Akibatnya, simpul penting ini justru belum bekerja optimal bagi kepentingan nasional.

Energi, Logistik, dan Masa Depan Indonesia

Sebagaimana Selat Hormuz menentukan distribusi energi dunia, kawasan Madura memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan energi Indonesia. Selain itu, dalam kerangka poros maritim dunia dan tol laut, Madura berpotensi menjadi hub logistik nasional, pusat distribusi kawasan timur dan penyangga ekonomi kawasan Surabaya dan sekitarnya. Jika dikelola secara mandiri melalui status provinsi, Madura dapat menciptakan efisiensi logistik nasional yang signifikan—yang pada akhirnya menurunkan biaya ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video ' Harga Sembako di Jawa Timur Meningkat Drastis Mulai Desember 2025':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO