Peringatan Hardiknas atau Hari Pendidikan Nasional di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Kabupaten Kediri. Foto: Ist
Selain doa bersama, acara juga diisi santunan anak yatim, selamatan, serta pemaparan tentang kekuatan doa kolektif yang diyakini berdampak spiritual maupun ilmiah.
Suhardono berharap, kegiatan ini menjadi gerakan berkelanjutan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pendidikan karakter dan perdamaian dunia.
“Kami ingin dari Kediri lahir gelombang kesadaran baru, bahwa pendidikan bukan hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menumbuhkan jiwa yang mencintai perdamaian,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua bidang pendidikan Pesantren Jati Diri Bangsa, Kushartono, menambahkan doa bersama merupakan diplomasi spiritual yang relevan.
“Melalui doa bersama, kita memohon agar hati para pemimpin dunia dilunakkan. Dari ambisi konflik menjadi kesadaran untuk menciptakan perdamaian,” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya nilai 'Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa' dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai fondasi jati diri bangsa. Menurut dia, Ndalem Pojok bukan hanya situs sejarah, tetapi juga ruang refleksi dan inspirasi bagi lahirnya nilai kemanusiaan universal menuju dunia damai. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




