Novia Ghina (depan, dua dari kanan) & Rabiatul Adawiyah didampingi orang tua dan petugas haji Daker Bandara saat akan menuju hotel. Foto: MCH 2026.
MADINAH, BANGSAONLINE.com - Novia Ghina dan Rabiatul Adawiyah, jemaah haji muda asal Pulang Pisang, Kalimantan Tengah, yang tertahan di Bandara Mohammad bin Abdul Aziz Madinah lantaran soal keimigrasian akhirnya lolos.
Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, yang juga memberikan pendampingan selama proses berlangsung.
“Ada dua jemaah kita yang sempat tertahan keimigrasiannya. Kita sudah melakukan pendampingan, dan dari Kementerian Haji dan Umrah sudah melakukan negosiasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi,” kata Basir, Sabtu (2/5/2026) sore waktu Arab Saudi.
Basir Menjelaskan, visa milik Novia dan Rabiatul yang keluar secara sah dan legal tersebut tiba-tiba sempat ter-cancel saat tiba di Bandara Madinah, yang membuat kedua jemaah remaja tersebut tertahan hingga panik.
“Awalnya panik, disuruh nunggu berjam-jam. Paspor juga tidak ada di tangan karena sedang diproses. Paniklah, masa enggak,” kata Novia Ghina.
Kini mereka mengaku senang dan tenang berkat pelayanan dari Kemenhaj RI yang telah memberikan pendampingan penuh selama proses berlangsung, hingga diantar ke hotel tempat menginap rombongan kedua remaja tersebut.
Walaupun sempat mengalami kendala, kedua jemaah remaja itu mengaku tetap semangat menjalani ibadah haji bersama orang tuanya.
“Alhamdulillah, setelah menjalani perjalanan yang cukup panjang, saya yakin ini keduanya yang juga didampingi orang tuanya pasti cukup lelah. Atas kemurahan dari Allah, visanya bisa terbit lagi,” pungkas Basir. (msn)





