Foto: MCH 2026
“Kita tidak ingin ada lagi jemaah yang kesiangan keluar dari Muzdalifah atau sampai harus berjalan kaki karena kepadatan,” ucapnya.
Selain menyiapkan skema murur, PPIH juga akan menempatkan petugas lebih awal di Arafah dan Mina. Bahkan, sejumlah petugas disiagakan khusus di Mina sebelum puncak haji dimulai untuk membantu kedatangan jemaah dan memastikan mereka dapat menempati tenda dengan tepat, di mana mereka kemungkinan tidak akan berhaji karena mengutamakan pelayanan jemaah.
“Ada petugas yang memang kita dedikasikan khusus di Mina supaya jemaah tidak tersesat dan bisa terlayani dengan baik,” tutur Puji.
Ia menambahkan, sebagian petugas yang ditempatkan di Mina merupakan petugas berpengalaman yang telah beberapa kali berhaji. Selain itu, PPIH juga tetap menyiapkan layanan safari wukuf khusus bagi jemaah lansia dan disabilitas.
Namun, Puji mengatakan jumlah peserta safari wukuf tahun ini direncanakan lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya.
“Arahan Pak Menteri dan Pak Wamen sekira 300 sampai 400 orang. Tahun lalu sekira 525 orang,” ujarnya.
Ia menilai, jumlah tersebut berkurang karena proses pemeriksaan kesehatan dan pengawasan kondisi jemaah sejak di Indonesia hingga di Arab Saudi kini lebih ketat dari sebelumnya.
Menjelang puncak haji, Puji mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berat sebelum wukuf di Arafah.
“Haji itu puncaknya di Arafah. Jangan sampai tenaganya habis sebelum waktunya,” pungkasnya. (msn/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




