Dapur SPPG Sidorejo 2 yang berada di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo nomor 22 Tuban mendapatkan keluhan dari wali murid.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Badan Gizi Nasional (BGN) didesak untuk segera turun tangan mengevaluasi kinerja Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sidorejo 2 Tuban. Langkah tegas ini diminta setelah dapur yang berlokasi di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo tersebut kedapatan menyajikan menu yang diduga basi kepada siswa sekolah.
Desakan evaluasi tersebut salah satunya datang dari Wakil Ketua I DPRD Tuban, H. Mohammad Miyadi. Menurutnya, BGN harus bergerak cepat agar kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga.
BACA JUGA:
- Sajikan Makanan Diduga Basi dan Belum Matang, Dapur SPPG Sidorejo 2 Tuban Dikeluhkan Wali Murid
- Sokong Makan Bergizi Gratis, Presiden Prabowo Resmikan 10 Gudang Pangan dan 166 SPPG Polri
- Ngebut di Jalan Sempit, Mobil Operasional MBG Tabrak Pasutri di Senori Tuban
- Haji Thohir Lewat MBG Komitmen Tingkat Gizi dan Buka Lapangan Kerja
"Melihat kejadian itu semestinya ada evaluasi oleh BGN terhadap SPPG Sidorejo 2 Tuban tersebut," ujar Miyadi kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).
Miyadi menambahkan, program MBG merupakan program bersama yang harus didukung oleh semua pihak. Oleh karena itu, jika ditemukan masalah fatal seperti menu makanan yang basi, proses evaluasi total tidak boleh ditunda-tunda.
"Pengawasan dan evaluasi ini penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali," tegasnya.
Keluhan serupa juga disuarakan oleh para wali murid. Mereka berharap ada pembenahan total dari manajemen SPPG Sidorejo 2 Tuban. Jika kualitas pelayanan tidak segera membaik, warga meminta BGN memberikan sanksi tegas berupa pembekuan sementara (suspend).
"Bila tidak ada pengawasan yang ketat, maka dengan seenaknya dapur akan menyajikan menu pada anak-anak kami," keluh salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan kelalaian ini pertama kali mencuat pada Rabu (20/5/2026), ketika sejumlah siswa menerima paket makanan yang sudah tidak layak konsumsi.
"MBG-nya anak saya hari ini menu sop kecut, isi jagung juga masih belum matang. Untung tak cicipi dulu," ungkap Angel (26), seorang wali murid asal Tuban Kota dengan nada kecewa.
Para orang tua murid khawatir, jika kualitas makanan yang menurun ini terus dibiarkan tanpa pengawasan ketat, hal tersebut dapat membahayakan kesehatan anak-anak mereka di sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Sidorejo 2 Tuban, Alifia Sevi Cahyani, belum memberikan respons terkait aduan menu sop yang diduga basi dan belum matang tersebut. Upaya konfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp pun belum mendapatkan balasan.
Sebagai informasi, Dapur SPPG Sidorejo 2 Tuban diresmikan pada 6 Desember 2025. Acara peresmian kala itu dihadiri oleh perwakilan yayasan, tokoh masyarakat, serta jajaran Forkopimcam Kecamatan Tuban, termasuk Kapolsek, Danramil, Camat, Kepala Kantor Kesbangpol, Lurah Sidorejo, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




