Viral Mahasiswa Aniaya Siswa SMP Saat Kerjakan Tugas, Gresik Berujung Mediasi Polisi

Viral Mahasiswa Aniaya Siswa SMP Saat Kerjakan Tugas, Gresik Berujung Mediasi Polisi Kedua pihak keluarga usai mediasi di Polsek Menganti

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Seorang pemuda di Desa Domas, Kecamatan Menganti, Gresik, viral di media sosial setelah terekam melakukan kekerasan terhadap sejumlah siswa SMP yang sedang mengerjakan tugas sekolah. Kasus tersebut kini telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi yang difasilitasi kepolisian.

Dalam video yang beredar luas, pemuda yang diketahui berstatus mahasiswa itu tampak meluapkan emosinya hingga melakukan pemukulan terhadap dua siswa yang sedang mengerjakan tugas kelompok menari untuk persiapan pentas seni sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada siang hari, Selasa (9/6/2026). Terduga pelaku diketahui bernama Bagus Dwi Santoso (22), warga setempat. Sementara korban merupakan dua remaja berinisial MAD (15) dan NC (15).

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima aduan terkait video yang viral di media sosial tersebut. Sejumlah pihak juga telah dimintai keterangan guna memastikan kronologi kejadian.

“Unit Reskrim menyelidiki dugaan kasus kekerasan anak di bawah umur yang viral tersebut,” kata Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman, Jumat (12/6/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, lanjutnya, pelaku mengaku kesal karena merasa terganggu dengan aktivitas para siswa yang sedang berlatih menari di teras rumah salah satu korban.

“Awalnya ditegur agar tidak bergurau karena waktunya orang istirahat dan ada orang sakit, kemudian kembali ke rumah,” tuturnya.

Namun setelah itu, beberapa teman korban kembali datang sehingga suasana di lokasi menjadi ramai. Kondisi tersebut diduga memicu emosi pelaku hingga berujung pada tindakan kekerasan.

“Pelaku marah karena tidak bisa istirahat. Memukul satu kali kepala belakang MAD, lalu mendatangi dan menendang satu kali ke punggung NC, kemudian pergi sambil menendang stop kontak rumah,” ungkapnya.

Menurut AKP Arif, perkara tersebut kemudian dimediasi di dengan melibatkan orang tua korban dan perangkat Desa Domas. Hasil mediasi menyepakati penyelesaian secara damai tanpa menempuh jalur hukum.

“Pelaku dan korban membuat surat kesepakatan bersama bahwa masalah diselesaikan dengan kekeluargaan. Pelaku juga memberi biaya pengobatan terhadap korban,” tandasnya. (van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO