Para santri Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang diwisuda dalam acara Haflah Akhirussanah ke-18 di Student Centre Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Sabtu (13/6/2026). Foto: M Mas'ud Adnan/bangsaonline
Sementara Gus Bara mengucapkan terima kasih kepada para wali santri yang telah mempercayakan putra-putrinya mondok di Amanatul Ummah. Ia juga minta maaf jika selama di Amanatul Ummah ada kekurangan dalam mendidik putra-putri mereka.
Gus Bara juga mendorong para santri MBI untuk terus belajar. “Tak boleh berhenti. Harus terus berproses. Karena ilmu dan pendidikan inilah yang akan mengantar ke gerbang kesuksesan dan cita-cita. Ullubul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi (Tuntulah ilmu sejak dari gendongan ibu sampai ke liang lahat), ” ujar alumnus Universitas Al Azhar Mesir itu.
Menurut Gus Bara, harta warisan yang paling berharga bukan harta, jabatan dan kedudukan. Tapi ilmu dan pendidikan.
“Kalau harta dan jabatan bisa habis karena bisa menjadi rebutan,” ujarnya.
Sedangkan ilmu, menurut Gus Bara, justru mengangkat derajat kita dan bahkan membedakan kita dengan orang lain yang tak berilmu.
Gus Bara juga berpesan agar para santri MBI yang telah lulus tetap menghormati para gurunya. “Hormati gurumu, jangan lupa jasa gurumu,” pesan putra tertua Kiai Asep itu.
Menurut Gus Bara, orang tua itu ada tiga. Pertama, orang tua yang melahirkan. Kedua, orang tua yang menikahkan kalian. Ketiga, orang tua yang mengajar kalian.
“Orang tua pertama dan kedua adalah orang tua mencukupimu tentang dunia. Sedangkan orang tua nomor tiga adalah orang tua yang mencukupimu dunia dan akhirat,” ujarnya.
Sementara proses wisuda dipimpin langsung oleh Gus Ilyas di atas panggung. Para santri MBI Amanatul Ummah yang telah lulus itu satu persatu naik ke atas panggung untuk menerima samir atau tanda kelulusan yang dikalungkan oleh Gus Ilyas.
PARA SANTRI MBI YANG DITERIMA DI KAMPUS LUAR NEGERI
Cukup banyak sekali santri MBI Amanatul Ummah yang diterima di kampus luar negeri. Bahkan salah satu santriwati MBI Amanatul Ummah yang lulus tahun 2026 ini diterima di 17 kampus berbagai negara. Namanya Zilvia Rizqotul Awwalin. Ia diterima di University of Hertfordshire Inggris, Avila University Amerika Serikat, Jiaxing University China, Özyeğin University Turki, Astarakhan Medical University Rusia, dan Murdoch University Dubai.
Zilvia juga diterima di Yeditepe University Istanbul Turki, Bancesehir University (BAU) Turki, Curtin Unversity Australia, University of Southern Queensland Australia, Curtin University Malaysia, University of Wollongong Australia, Canberra University Australia, University of Waikato New Zealand, Roosevelt University Amerika Serikat, Bond University Australia, dan Istanbul Aydin University Turki.
Bukan hanya Zilvia Rizqotul Awwalin. Santriwati MBI Amanatul Ummah yang lain juga diterima berbagai kampus luar negeri. Ia bernama Intan Laila Ramadhan. Ia lolos tes di enam kampus luar negeri. Ia dierima di Curtin University Australia, Avila University Amerika Serikat, Kadir Has University Turki, Istanbul Atlas University Turki, Okan University Turki, dan Istanbul Medipol University Turki.
Siti Aisya Udagawa juga diterima di lima kampus luar negeri. Yaitu di Bond University Australia, University of Plymouth Inggris, University of Waikato New Zealand, Curtin University Malaysia, dan Griffith University Australia.
Begitu Sevilla Zahro Eidelweis. Ia diterima di lima kampus luar negeri. Sevilla diterima di Heriot-Watt University Scotlandia, Istinye University Turki, Istanbul Gelisim University Turki, Huzhou Normal University China, dan Curtin University Malaysia.

Para santri MBI yang telas lulus dalam acara Haflah Akhirussanah ke-18 MBI di Student Centre Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Sabtu (13/6/2026). Foto: MMA/bangsaonline
Sementara Shalsabila Raudhatul Aisy Dewi diterima di empat kampus luar negeri. Yaitu Monash University Australia, Adelaide University Australia, The University of Western Australia, dan Curtin University of Australia.
Begitu juga Aqila Qaisara Filda Hartono. Ia diterima di tiga kampus di luar negeri. Yaitu di Curtin University Singapore, University of Waikato New Zealand, dan Curtin University Malaysia.
Santri MBI lainnya yang juga diterima di kampus luar negeri adalah Rahma Isyfina. Ia diterima di dua kampus luar negeri. Yaitu di Shanxi University China dan Curtin University Malaysia.
Masih banyak santri MBI lainnya yang diterima di kampus luar negeri. Antara lain Nayla Zahiyah Al-Absor di University of Wollongong Australia, Nisrin Nasrullah di Brimingham University Uni Emirat Arab, Fatiha Sabila Suaida di Nanjing Tech University China dan Panji Satrio Yudho di The University of Western Australia Australia.
Data tersebut belum termasuk para santri yang diterima di kampus Timur Tengah seperti Mesir, Maroko, Tunisia, Yaman, dan Yordania.
"Kalau ke Al Azhar Mesir gak perlu tes," ujar Kiai Asep. Ratusan santri Amanatul Umah yang kuliah di Universitas Al Azhar Mesir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




