Presiden Jokowi bersama Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum DPP Hanura Wiranto saat pengumuman PAN bergabung dan mendukung pemerintahan Jokowi di Istana Merdeka Jakarta. Foto: liputan6
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Manuver politik Ketua DPP PAN Aziz Subekti soal reshuffle kabinet ternyata boomerang. Dia yang mengaku mendapatkan bocoran dari Istana bahwa PAN memperoleh dua menteri di kabinet kerja yaitu posisi Menhub dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup justru memanaskan jagat politik.
Pernyataan Aziz memancing reaksi keras dari partai-partai pendukung Jokowi yang popular dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Ketua DPP Hanura Miryam Handayani langsung mengingatkan Jokowi agar tak mengangkut penumpang gelap di kabinet. Hal ini sebenarnya sudah sering dia sampaikan ke Ketum Hanura Wiranto.
BACA JUGA:
"Jangan sampai juga penumpang baru ini adalah penumpang gelap yang tidak punya tiket," ujar Miryam kepada wartawan, Senin (28/12/2015) seperti dikutip detik.com.
Mendengar PAN sesumbar bakal dapat dua menteri di kabinet kerja, PKB ikut mereaksi keras. PKB berharap untuk partai koalisi yang masuk belakangan itu cukup diberi jatah satu menteri.
"Kalau PAN benar, cukup 1 sajalah. Karena Jokowi juga harus lihat parpol pengusung Hanura, NasDem, PDIP, dan kami PKB yang sudah ada dari Pilpres," ujar Ketua Dewan Syuro PKB Maman Imanulhaq, Senin (28/12/2015).
Namun PKB bukan anti reshuffle kabinet. "Kita menyambut positif selama itu tujuannya baik karena persoalan bangsa ini rumit. Begitu banyak tantangan," sebutnya.
Wasekjen PKB Daniel Johan bahkan mengungkap reshuffle kabinet jilid dua tampaknya akan segera diumumkan. "Infonya seperti itu. Januari nanti. Karena menunggu kestabilan pasca Natal, Tahun Baru ini," ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




