Jatim Darurat Limbah Berat, Baru Ada Rencana Bangun Pengolahan Limbah B3

Jatim Darurat Limbah Berat, Baru Ada Rencana Bangun Pengolahan Limbah B3 foto: mitra-prima.co.id

yang dimanfaatkan pelaku UMKM di antaranya komputer bekas, telepon genggam bekas, aki bekas, televisi bekas, kulkas, serta aneka barang lainnya.

"Biasanya mereka ambil sisa-sisa besi dan tembaganya kemudian dilebur untuk dijadikan barang-barang tertentu. Ini sebenarnya tidak boleh karena pemanfaatan limbah B3 itu harus hati-hati benar," jelas Bambang.

Akibat banyaknya industri UMKM yang memanfaatkan limbah B3 ini, setiap hari barang bekas dari luar Jatim maupun luar negeri telah membanjiri Jatim. Bahkan barang bekas elektronik yang ada di Jatim mencapai 1,4 juta ton per hari. Ironisnya, hingga kini Jatim belum memiliki industri pengelolaan limbah B3.

"Selama ini, pengolahan limbah B3 dikirimkan ke Bogor Jabar sehingga cukup memberatkan karena ongkosnya mencapai Rp 2.500 perkilogram," dalih mantan kepala Inspektorat Jatim ini.

Untuk mengantisipasi terus membanjirnya limbah B3, pemprov Jatim saat ini telah berencana mendirikan sebuah perusahaan pengolahan limbah B3 seluas 50 hektar yang rencananya akan didirikan di daerah Mojokerto.

"Kita sudah punya gambaran akan didirikan di Mojokerto tapi masih menunggu izin kelayakan dari Kementerian Lingkungan Hidup," pungkasnya. (mdr/dur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video ' Harga Sembako di Jawa Timur Meningkat Drastis Mulai Desember 2025':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO