Ilustrasi TKI pulang kampung.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Tuban terus menurun. Sesuai data dari Kantor Dinas Sosial dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Tuban pada 2014 lalu, TKI asal Tuban ada 80 orang. Sedangkan, pada 2015 menurun dan menjadi 49 orang.
"Penurunan tersebut karena ada aturan dari pusat terkait pembatasan larangan TKI ke timur tengah," ungkap Suwahyu, Kepala Bidang dan Pelatihan Tenaga Kerja dan Trasnmigrasi Dinsosnajertrans saat dihubungi bangsaonline.com, Sabtu (8/1).
BACA JUGA:
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
- Harga Sapi di Pasar Kerek Tuban Naik Rp1,5 Juta per Ekor Jelang Iduladha
Menurutnya, penurunan ini tidak hanya karena adanya larangan pemerintah saja. Namun, upaya Pemda setempat menggalakkan UMKM juga memberikan efek penurunan secara drastis. Eks pekerja TKI kini kebanyakan lebih memilih wirausaha atau berdagang dibanding bekerja lagi jadi TKI.
"Semenjak pemerintah setempat menggalakkan wirausaha dan memberikan keterampilan pada masyarakat, sepertinya memberikan efek besar terhadap penurunan TKI, terutama yang akan bekerja di Timur Tengah," jlentrehnya.
Ia menambahkan, negara yang menjadi jujukan TKI asal Tuban di antaranya, Aljazair, Arab Saudi, Bahrain, Irak, Iran, Kuwait, Lebanon, Libiya, Mauritania, Mesir, Oman, Pakistan, Palestina, Qatar, Sudan, Suriah, Tunisia, UEA, Yaman dan Jordania. Kini TKI dilarang bekerja di negara tersebut karena ditenggarai kerap terjadi permasalahan. "Karena sering ada masalah di negara tersebut, jadi pemerintah melarang TKI yang akan ke sana," tandasnya.
"Sedangkan menurut data yang kami miliki jumlah TKI asal Tuban 60 persen bekerja di perusahaan dan sisanya bekerja bebas seperti, rumah tangga maupun bangunan," imbuhnya. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




