Kondisi plengsengan yang ambrol dibiarkan, menghalangi arus sungai.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Plengsengan sungai Sumber Merra, di Dusun Ba’regih, Desa Payudan Karangsokon, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura yang ambruk sepekan yang lalu hingga kini belum diperbaiki. Ada kesean, Pemkab sengaja membiarkan plesengan dan tidak segera diperbaiki.
”Mestinya langsung diperbaiki. Karena dana untuk perbaikan fasum (fasilitas umum) yang diakibatkan bencana alam sudah ada,” kata Moh. Ramsi Anggota DPRD Sumenep, asal Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi, Kecamatan Pragaan, Guluk-Guluk, dan Kecamatan Ganding, Selasa (2/2).
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
Anggaran untuk kerusakan fasilitas umum yang rusak akibat bencana alam, diambilkan dari anggaran dana tak terduga yang saat ini berada di Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan, dan Aset (DPPKA).
”Jadi, tinggal mencairkan saja jika sudah ada pengajuan. Jangan persulit, karena ini berkaitan dengan kepentingan umum,” kata dia.
Sungai tersebut mempunyai kedalaman 7 meter, dengan kondisi tebing yang ambruk sekitar 6 meter dengan panjang 43 meter. Sementara kerugian material diperkirakan sebesar Rp 200 juta.
Meskipun dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun jika tidak segera diperbaiki akan mengancam keberadaan gedung sekolah yang tak jauh dari lokasi tebing tersebut.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




