TANGGUNG RUGI: Petani cabai Tuban terpaksa panen dini setelah lahannya digenangi banjir. foto: suwandi/ BANGSAONLINE
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Petani cabai di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Tuban terpaksa panen dini karena lahannya tergenang banjir luapan sungai Bengawan Solo, Rabu (10/2).
Ini dilakukan untuk meminimalisir kerugian lantaran cabainya akan busuk jika air tak segera surut. Pantauan di lapangan, genangan air mencapai pinggang orang dewasa. “Dipanen saja, takut cabainya membusuk,” terang petani cabai setempat, Syakur kepada bangsaonline.com.
BACA JUGA:
- Kolaborasi PT UTSG dan BUMDes Karanglo Sukses Panen 4 Ton Bawang Merah Senilai Rp120 Juta
- Hadiri Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Dicurhati Petani: Butuh Irigasi hingga Alat Pascapanen
- Pimpin Panen Raya Jagung 1,23 Juta Ton Serentak di Tuban, Presiden Prabowo Coba Combine Harvester
- Panen Raya Jagung di Tuban, Presiden Prabowo Puji Inovasi Pangan yang Dilakukan Polri
Akibat banjir ini, Syakur mengaku para petani cabai mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
"Dengan kondisi cabai yang masih hijau, diperkirakan harganya turun drastis. Paling nanti hanya laku sekitar Rp 4.000 per kilogram. Harga normalnya Rp 10.000 per kilogram,” keluhnya.
“Kami harap semoga bajirnya cepat surut, agar kami segera bercocok tanam lagi,” tutupya. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




