DIKAWAL KETAT: Densus 88 saat hendak memindahkan terduga teroris dari Mako Brimob Apeldento, Kecamatan Pakis, Malang, ke Depok, Minggu (21/2). foto merdeka.com
Di rumah Romly ditemukan dan disita beberapa buku jihad seperti Seruan Tauhid di Bawah Hukuman Mati, Jihad Osama Versus Amerika dan Sepeda Motor.
Romly sendiri oleh para tetangganya, dikenal jarang bersosialisasi. Dia tinggal bersama istri dan delapan anaknya. Sehari-hari Romli memiliki usaha produksi kripik buah yang dijual keliling, jual beli mesin penggorengan, serta pemasangan pagar dan teralis. "Kalau menggelar acara pengajian tidak pernah ada di sini, tetapi di tempat lain saya tidak tahu. Kalau deklarasi Ansharul Khilafah kan tidak di sini," kata Muhanan, Ketua RW 2 setempat.
Sebagai Ketua RW, Hanan sedang memikirkan kehidupan keluarga yang ditinggal Romli. Secara ekonomi dipastikan membutuhkan biaya hidup yang sepatutnya dibantu oleh para tetangga di sini. "Kita coba membantu, terutama kehidupan anak-anak. Kehidupan sehari-hari," katanya.
Sementara, enam terduga teroris yang ditangkap di Malang itu, kemarin siang, dipindahkan ke Depok, Jawa Barat. Pemindahan dilakukan melalui jalan darat dengan pengawalan ketat oleh Tim Detasemen Khusus 88. Enam terduga teroris satu per satu memasuki sebuah minibus berwarna silver.
Mereka mengenakan baju tahanan warna oranye dengan tangan dan kaki terborgol. Mata masing-masing dari mereka juga ditutup oleh lakban. Kapolres Malang, AKBP Yudo Nugroho mengatakan, enam terduga teroris itu akan dibawa ke Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
"Semua barang bukti sudah dibawa bersama tersangka. Secara detail nanti akan disampaikan Mabes Polri," kata Yudo Nugroho, Minggu (21/2).
Sekitar pukul 13.15 WIB, kendaraan iring-iringan meninggalkan Mako Brimob Detasemen B Pelopor di Apeldento, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. (mer/dtc/sta)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




