Anggota Komisi D DPRD Gresik, Mustajab. foto: syuhud/ BANGSAONLINE
Komisi D, kata Mustajab, akan memantau pelaksanaan Unas mulai dari persiapan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) maupun Unas Berbasis Paper (kertas/lembar soal) dan pembentukan tim pengawas Unas. "Persiapan-persiapan seperti itu sangat penting dilakukan untuk memastikan kesiapan Dinas Pendidikan menyelenggarakan Unas," terangnya.
Selain itu, Komisi D juga akan intens lakukan sidak Unas di masing-masing sekolah yang melaksanakan Unas. Ini sangat penting dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Unas di masing-masing lembaga penyelenggara tersebut berjalan dengan baik atau tidak. "Komisi D akan melibatkan pihak Dispendik dalam sidak Unas ini," katanya.
Mustajab menambahkan, Komisi D berharap agar pelaksanaan Unas tahun 2016 berjalan lancar dan aman. Serta, tidak terjadi kejadian yang bisa membawa nama lembaga pendidikan tercoreng seperti terjadinya kebocoran soal seperti yang pernah terjadi di daerah lain. "Kami meminta Dispendik yang bekerjasama dengan pihak kepolisian memberikan penjagaan ketat soal Unas agar tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan," pungkasnya.
Sementara Wabup Gresik, Mohammad Qosim melantik 126 panitia dan pengawas Ujian Nasional Kabupaten Gresik tahun 2016, Rabu (16/3).
Mereka disumpah kejujuran oleh Wabup. Selain sumpah, Wabup juga menyiapkan naskah pakta integritas untuk ditandatangani. Prosesi tersebut berlangsung di Aula kantor Dinas Pendidikan Gresik, Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik.
Pada kesempatan itu, Wabup berharap agar dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2016, panitia dan pengawas lebih mengedepankan kejujuran. “Karena kejujuran 36 lembaga sekolah kita mendapat penghargaan Nasional sebagai sekolah berintegritas," ujar Wabup bangga. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




