PACITAN, BANGSAONLINE.com - Rencana pembangunan land mark sebagai simbol Kabupaten Pacitan di Perempatan Penceng, akhirnya tak jadi dilaksanakan. Satuan kerja terkait yang bakal melaksanakan kegiatan, sengaja membatalkan rencana tersebut dengan berbagai alasan yang melatari.
Kasie Tata Bangunan, Bidang Cipta Karya, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan (DCKTK) setempat, Tonny Setyo Nugroho, mengatakan, selain alasan anggaran, rencana pembangunan land mark sebagai icon Pacitan sengaja diurungkan karena tidak adanya titik temu terkait penentuan ikon daerah. "Selain anggarannya tidak turun, ikon yang akan dibangun juga tidak ada kesepakatan," tuturnya, Sabtu 19/3).
BACA JUGA:
- BPBD Pacitan Imbau Warga Waspada Gempa dan Potensi Tsunami
- Pacitan Berpotensi Gempa Megathrust, ini Penjelasan BMKG
- Tinjau Hasil Rekonstruksi Talud di Pacitan, Gubernur Jatim Disambut Ucapan Terima Kasih dari Warga
- Oknum Anggota Polres Pacitan Diduga Perkosa Tahanan Wanita, Kabid Humas Polda: Sudah Ditahan
Tonny mengungkapkan, dulu saat euforia batu akik masih membooming, banyak masukan agar tugu monumental itu dibangun dengan gambar batu akik. Akan tetapi pendapat tersebut banyak diprotes lantaran batu akik bukanlah ikon Pacitan. "Sebab banyak daerah lain yang juga memiliki potensi batu akik," tegasnya.
Berangkat dari perdebatan yang tidak ada titik temu itulah, akhirnya rencana pembangunan tugu land mark dibatalkan. "Selain memang tidak adanya anggaran," tukasnya. (pct/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




