Susilo Bambang Yudhoyono saat mejeng bersama keluarga di bawah Jembatan Suramadu. foto: detik.com
Kemudian SBY dan Ani mengobrol sebentar dengan Saprawi tentang keluarga mereka. Saprawi menunjukkan kepada Ani seorang cucunya yang masih kecil. Begitu juga Ani Yudhoyono.
"Ini cucu saya," kata Ani sambil menghampiri Aira lalu merapikan rambut dan mengecup kening cucunya itu.
SBY mengaku senang bisa istirahat sejenak setelah melakukan perjalanan yang cukup lama dalam safari Tour de Java. Ia juga merasa bernostalgia akan pembangunan Jembatan Suramadu yang diresmikan saat era Kabinet Indonesia Bersatu.
"Surabaya ini adalah Kota terakhir dalam rangkaian Tour de Java. Sekarang ini hari sabtu, hari libur saya mengajak cucu dan keluarga untuk melihat jembatan Suramadu. Untuk Aira dan mamanya pertama kali. Jembatan Surmadu ini menyimpan sejumlah kisah," jelas SBY.
"Senang rasanya setelah 12 hari, sepanjang yang kami lalui dari kota ke kota, siang dan malam, akhirnya weekend ini saya bisa berkunjung kembali ke Jembatan Suramadu bersama Bu Ani, keluarga terutama cucu tersayang, Aira," tambah dia.
Kemudian pria asal Pacitan ini teringat saat pembangunan Jembatan yang diresmikan pada tahun 2009 itu terjadi sejumlah masalah. Terutama masalah sosial dari sejumlah masyarakat Madura yang takut dengan dibangunnya jembatan nantinya akan berdampak negatif. Yakni dari sisi religius dan kearifan lokal.
"Saya katakan Insyaallah tidak akan terjadi. Toh nanti para ulama, tokoh masyarakat, pimpinan daerah Madura, para bupati juga ikut memastikan tidak akan ada pengaruh negatif apapun," tutur SBY.
"Bahkan sangat bisa, karena Madura mekar akan makin maju dan sejahtera tapi tetap di atas karakteristiknya yang baik, masyarakat yang religius dan masyarakat yang menghormati budaya. Dulu saya sampaikan kepada pimpinan Madura jangan disia-siakan momentum untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," sambungnya.
Sambil berfoto-foto dengan keluarga dan warga, SBY bercerita tentang sejarah panjang dibangunnya Jembatan Suramadu. Ia mengaku bahwa jembatan ini bisa terwujud atas peran serta para pemimpin negara lainnya.
"Ini satu ikon yang patut kita syukuri, mudah-mudahan dengan telah terhubungnya Surabaya dengan Madura ini, daerah ini makin besar. Kreativitas sangat diperlukan, tanggung jawab dan kepedulian kepala daerah sangat diperlukan," terang SBY.
"Saya yakin tanah yang dirahmati Allah ini, tanah Madura yang kita cintai ini di masa depan akan makin maju dengan harapan tidak tercabut dari nilai-nilai religi dan akar budaya," tandasnya.
SBY sendiri malam ini bersama keluarga akan menghadiri resepsi pernikahan anak Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Ia juga menjadi saksi nikah puteri dari pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




