Jakfar, anak mursal. Ibunya sendiri dianiaya. Kini dia kembali berurusan dengan polisi. foto: catur 'gogon' andy/ BANGSAONLINE
Kesehariannya hanya dihabiskan untuk bermain. Bekerja pun dia enggan. Dia hanya mengandalkan uang jajan pemberian ibunya. Kala tidak diberi, emosinya lansung naik. Tangannya mudah main pukul.
”Sudah sering memukul, seingat saya empat kali yang agak parah,” jelas pria yang hari ini berulang tahun itu.
Emosinya memuncak pada Kamis malam lalu (21/4). Sekitar pukul 21.00 sepulang dia bermain bersama teman-temannya. Saat itu dia terbayang motor Kawasaki Ninja Hijau yang dia lihat saat sedang bermain tadi. Dia ingin miliki motor itu. Sehingga dia meminta uang ke ibunya. Dia minta senilai Rp. 15 juta.
Ibunya yang saat itu sedang menonton TV enggan memberi. Selain karena tidak punya uang, kebutuhan rumah tangga juga masih banyak. Mendengar jawaban ibunya, dia marah besar.
”Saya gigit tangan ibu saya, pipinya juga saya pukuli dengan tangan kosong,” jelas pria lulusan SD tersebut.
Tak berhenti di situ, karena emosi semakin tak terkontrol, dia mengambil laci lemari yang ada di dekatnya. Laci sepanjang sekitar 40 cm itu dia layangkan ke kepala ibunya. Seketika itu darah keluar dari kepala ibunya. Hingga harus dilarikan ke rumah sakit Siti Khadijah Taman untuk mendapat pertolongan.
”Ibunya lari ke tetangganya, minta dianter berobat, lalu diam-diam melapor ke sini,” ujar Kasi Humas Polsek Taman, Aiptu Mohammad Arifin. Usai mendapat laporan, polisi segera menindak lanjuti.
Rumah Jakfar diintai untuk memastikan dia sedang berada di rumah. Saat sudah tahu pasti, polisi segera meringkus. Saat itu sekitar pukul 23.30 saat Jakfar sedang tertidur pulas di kamarnya.
”Dia mencoba melawan tapi karena langsung kami dekap akhirnya dia tidak berkutik, kami langsung amankan ke polsek,” papar Arifin. Atas perbuatannya, Jakfar terjerat pasal 44 ayat (1), (2) UURI No.23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. (cat/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




