Pedagang daging sapi saat melayani pembeli. foto: RAHMATULLAH/ BANGSAONLINE
SUMENEP, BANGSAONLINE.com – Harga jual daging sapi di Kabupaten Sumenep sedikit turun. Tapi hal itu masih tetap memberatkan pembeli. Harga daging saat ini di kisaran Rp 112.500 per kilogram (kg). Jelas hal itu masih jauh dari Intruksi Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi, yang menginginkan harga jual daging sapi Rp 80 ribu per kg.
Mestinya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten Sumenep melakukan langkah konkret untuk menekan harga itu. Anehnya instansi tersebut justru berpangku tangan, sehingga pergerakan harga daging jauh dari harapan.
BACA JUGA:
- DKUPP Sumenep Sambut Baik Rencana Pembentukan Kopdes Merah Putih
- Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong Kesejahteraan UMKM Melalui Pembinaan dan Sejumlah Program
- Pemkab Sumenep Teken Kerja Sama Proyek APHT dengan PD Sumekar, Siap Operasikan Pabrik Rokok Terpadu
- Bupati Sumenep Terbitkan SE Penggunaan QR Code untuk BBM Subsidi, ini Kendaraan yang Wajib Daftar
Saat dihubungi melalui sambungan telepon untuk dikonfirmasi soal langkah yang akan dilakukan, Kepala Disperidag Kabupaten Sumenep, Syaiful Bahri, justru tidak merespon sama sekali. Bahkan pesan singkat yang dikirim ke nomor yang biasa dipakai juga tidak dibalas.
Sebenarnya minimnya ide Disperindag untuk menekan harga daging sudah terlihat beberapa saat lalu. Saat harga daging tembus Rp 130 ribu per kg, Syaiful justru mengaku tidak dapat berbuat banyak menyikapi tingginya harga itu. Dia hanya mengatakan harga itu bisa ditekan dengan gencar dilakukan operasi pasar. Operasi pasar itu pun hanya dilakukan di pasar besar saja, bukan di wilayah kecamatan dan pelosok, sehingga operasi pasar tidak berdampak signifikan untuk menstabilkan harga.
“Dan kenaikan harga daging ini diprediksi akan terus terjadi hingga menjelang hari raya idul fitri, karena permintaan akan semakin banyak,” pasrahnya waktu itu. (mat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




