TUBAN, BANGSAONLINE.com - Menjelang lebaran banyak pedagang kopyah dan baju koko menjamur. Para pedagang tersebut biasa mangkal di sekitar Alun-alun serta di kawasan sepanjang Basuki Rahmat dan daerah GOR Tuban.
Pedagang dadakan ini hanya membuka lapak di atas trotoar beralaskan tikar denga peralatan centelan baju seadanya. Mereka mengais rejeki dengan menawarkan pada pengguna jalan yang melintas.
BACA JUGA:
- Antisipasi Keracunan saat Ramadhan, Dinkes P2KB Tuban Awasi 20 Pedagang Takjil
- Program CSR, BRI Tuban Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Singgahan dan Senori
- Bagikan 300 Paket Takjil, Kapolres Tuban Manfaatkan Ramadhan untuk Lebih Dekat dengan Masyarakat
- Ratusan Catin Nikah di Malam Songo, Kemenag Tuban Siapkan Puluhan Penghulu
Seperti yang dilakukan Urul (30) pedagang asal Kabupaten Lamongan. Ia mengaku hampir setiap Ramadhan dan menjelang Lebaran menjual kopyah, baju koko, maupun sarung.
“Lumayan kalau momen seperti ini jualannya lancar,” ungkap pria yang biasa menjual makanan di pasar Babat tersebut.
Ia membeberkan, harga sarung, baju koko maupun kopyah bervariasi dan terjangkau. Minim paling paling murah untuk kopyah Rp 15.000 dan paling mahal Rp 40.000. Sedangkan, sarung per potong dibandrol Rp 50.000 hingga Rp 80.000, dan untuk baju koko sekitar Rp 55.000 sampai Rp 60.000 per potong.
“Kami menawarkan dan nanti bisa dinego,” lanjut pedagang yang mangkal di sekitar alun-alun itu.
Sementara itu, Iksan salah satu pembeli kopyah, mengaku terbantu dengan harga yang ditawarkan sejumlah pedagang kopyah di jalanan tersebut. “Ya lumayan terjangkau mas, kualitasnya juga lumayan bagus,” terang Iksan. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




