Etik mengatakan kalau keripik sayuran buatannya biasa dikirim ke sejumlah toko oleh-oleh. Mendekati Lebaran permintaan konsumen terus meningkat, jika biasanya ia kirim 12-15 bal per dua minggu, maka belakangan ia mengirim setiap minggu.
“Toko oleh-oleh yang biasanya pesan 12-15 bal per dua minggu, sekarang sudah naik jumlah pesanannya dan minta setiap minggu dikirim keripik,” kata dia.
Tidak hanya dari Magelang, pesanan juga datang dari luar kota seperti Jogjakarta, Semarang, Jakarta, Bandung dan kota-kota lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain pesanan dari para pelanggannya, ia juga menerima pesanan dari para pedagang musiman. Namun semakin mendekati Lebaran ia tidak lagi menerima orderan.
Adapun keripik yang diproduksi Etik antara lain keripik daun singkong, keripik wortel, keripik pare, keripik terong hingga keripik seledri. Etik mengatakan jika tidak sulit untuk membuat maupun mendapatkan bahan baku sayuran itu.
"Kalau bahan bakunya sekarang gampang didapat, tapi kami kuwalahan memenuhi permintaan konsumen menjelang Lebaran ini, kami kekurangan tenaga," ucap Etik.
Etik merintis usaha keripik sayuran sejak 2009 lalu. Awalnya, ia hanya ingin memberikan variasi makanan atau camilan bagi dua anaknya yang tidak menyukai sayuran. Namun ia melihat peluang yang menguntungkan dari keripik sayuran ini hingga kemudian berkembang sampai saat ini. (kcm/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




