Komisi C bersama Dinas Pekerjaan Umum saat sidak di lokasi Rusunawa.
Menanggapi keluhan itu, Sekretaris Dinas PU Sunyata menyatakan, pihaknya bertahap dalam menyiapkan rusunawa untuk bisa ditempati. “Pasca kerusakan akibat Kelud meletus dulu, ada beberapa bangunan yang belum dibersihkan. Makanya untuk saat ini kami masih siap untuk satu twinblok dulu,” ujarnya.
Disinggung lambannya dalam mengelola rusunawa, Sunyata mengakuinya. Sebab, untuk mengalokasikan anggaran, pihaknya juga melihat kemampuan keuangan dalam APBD. “Kita lihat kemampuan APBD, karena pembangunan bukan hanya untuk Rusunawa saja,” ujarnya.
Untuk tahun ini saja, kata Sunyata, pihaknya hanya mengalokasikan anggaran Rp 200 juta untuk biaya perawatan selama satu tahun, dan juga biaya sambungan listrik dan sambungan pipanisasi.
Kekurangan yang lain, diakui Sunyata, juga belum adanya taman di area Rusunawa. Padahal, beberapa waktu lalu, staf kementrian pemukiman juga meminta agar dibuatkan taman.
“Kami juga memikirkan untuk pembangunan taman diarea sini nantinya, sesuai dengan masukan dari dewan dan juga adanya keinginan dari staf kementrian saat sidak beberapa waktu lalu kesini,” ujarnya.
Untuk diketahui, sejauh ini, dari 130 warga yang bisa menempati rumah susun tersebut masih 48 keluarga saja. Sesuai peraturan wali kota, tarif rusunawa ini beragam. Untuk lantai satu dan dua per bulannya Rp 120 ribu. Lantai tiga dan empat Rp 110 ribu, dan lantai lima Rp 100 ribu. Rusunawa di Dandangan ini terdiri dari lima twin blok masing-masing blok sebanyak 98 ruangan. (rif/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




