BONDOWOSO, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2016, sebanyak 6000 santri ikuti Jalan-jalan Sarungan yang dilaksanakan oleh PCNU bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, dengan start dan finish dari Monumen gerbong maut.
Ketua Tanfidziah PCNU Bondowoso KH Abdul Qadir Syam, menyampaikan bahwa bagian terbesar yang memperjuangkan kemerdekaan adalah para Ulama', Kiai, serta masyarakat santri.
BACA JUGA:
- Apel Akbar HSN Amanatul Ummah Dihadiri Tiga Syaikh Mesir, Kiai Asep: Sejarawan Kiri Gelapkan Sejarah
- Bupati Pamekasan Ajak Santri Jadi Penggerak Peradaban di Upacara Hari Santri 2025
- Besok Pagi, PP Amanatul Ummah Apel Akbar Hari Santri, Ini Kata Menteri Desa dan PDT RI
- ASN di Sumenep Wajib Kenakan Busana Khusus Selama 3 Hari saat Peringati Hari Santri Nasional 2025
"Masyarakat santrilah yang menjadi bagian terbesar dalam memperjuangkan kemerdekaa" tutur Pengasuh Ponpes Darul Falah Cermee ini Jum'at (21/10/2016).
KH Qodir mengatakan, JJS ini bermaksud untuk menyamaratakan antara berbagai elemen masyarakat Bondowoso yang notebene masyarakat santri. "JJS ini kita laksanakan dengan maksud untuk menyamaratakan antara elemen satu dengan yang lain," Imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Bondowoso, Drs. H. Amin Said Husni menyampaikan bahwa peringatan HSN tidak lepas dari yang namanya sarung. Sarung, kata Bupati, merupakan bagian dari membela dan menjaga negara kesatuan republik Indonesia. Seperti yang dicontohkan oleh deklarasi resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 yang dimotori langsung oleh hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari.
Amin juga mengatakan, peringatan HSN merupakan upayan bangsa kita untuk mewariskan nilai-nilai kesantrian, nilai kesetiaan kepada ajaran agama serta kesetiaan membela bangsa dan negara.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




