“Kita sudah lakukan patroli sebelum Sidang Interpol dimulai. Konsentrasi paling besar memang di Pelabuhan Ketapang. Namun kita juga secara rutin melakukan patroli yang sama di sejumlah pelabuhan tradisional,” papar perwira asal Cluring.
Selama pertemuan para polisi tingkat internasional berlangsung, patroli digelar dua kali dalam sehari. Masing-masing regu terdiri dari 12 personil gabungan dari Satpolair Polres Banyuwangi dan Polair Polda Jatim.
“Waktunya pagi dan sore. Untuk malam kita gelar patroli laut melihat kebutuhan. Apabila ada informasi mencurigakan maka pasukan akan turun ke laut untuk melakukan penyisiran,” tegas AKP Subandi.
Di Banyuwangi setidaknya tercatat 37 pelabuhan kecil yang berada di sepanjang pesisir Banyuwangi utara sampai selatan. Seluruh pelabuhan kecil ini bisa digunakan sebagai akses masuk menuju Bali. Sebab itu seluruh personil Polair yang ada di masing-masing pos turut dilibatkan dalam patroli laut.
“Khusus anggota pos kita konsentrasikan di wilayah tugas masing-masing. Keamanan wilayah wajib dijaga agar pelaksanaan Sidang Umum Interpol di Bali 7-10 November 2016 berjalan aman,”tukas dia.
Ada yang menarik saat Kapal Polisi X 1033 mendekati Dermaga I Pelabuhan ASDP Ketapang. KMP Trisila Bhakti II hendak sandar di Dermaga III tiba-tiba memutuskan untuk kembali ke tengah guna memberi kesempatan kapal milik Polair untuk melakukan manuver. Aksi Polisi Perairan tersebut mendapat perhatian dari sejumlah penumpang kapal. (bwi1/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




