Senin, 19 April 2021 15:55

Tenggelam Maret, Bangkai Kapal Refelia Belum Diangkat

Rabu, 16 November 2016 21:17 WIB
Tenggelam Maret, Bangkai Kapal Refelia Belum Diangkat
Ispriyanto

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Bangkai kapal Refelia 2 yang tenggelam di Selat Bali 4 Maret lalu, masih belum juga diangkat meski batas waktu pengangkatan sudah berakhir. Dalam aturan, batas waktu pengangkatan itu maksimal 180 hari sejak kapal itu dinyatakan tenggelam.

Kepala Unit Peyelenggara Pelabuhan (KUPP) kelas 3 Ketapang, Ispriyanto saat dikonfirmasi soal itu, menyatakan masih menunggu instruksi dari Dirjen Hubla, setelah tidak ada respon dari pemilik kapal. “Kami telah menyurati berkali kali kepada perusahaan kapal, tapi tidak ada respons sama sekali. Berarti pihak perusahan tidak punya itikad baik. Ini termasuk pelanggaran,” jelasnya

Ispriyanto menjelaskan jika PT Dharma Bahari Utama tidak mampu melakukan evakuasi, maka pihaknya akan mengambil alih proses pengakatan, namun dengan syarat; perusahaan kapal harus mengibahkan dulu bangkai kapalnya itu. Ditegaskan, bangkai kapal wajib diangkat. “Itu perintah dari Menteri Perhubungan era Ignatius Jonan. Karena kalau tidak di angkat bisa mengganggu tranportasi laut di perairan Ketapang,” terangnya.

Ispriyanto juga menegaskan, pengangkatan bangkai kapal merupakan kewajiban operator kapal. Hasil Penyelelidikan Komite Nasional Keselamatan Tranportasi (KNKT) menyebutkan, kapal buatan jepang tahun 1993 itu, tenggelam lantaran overload. Kapal itu membawa muatan 765,26 ton. Padahal, kapasitas muatannya hanya 297 ton.

BACA JUGA : 

Sukses Bekuk Oknum Saat Pesta Narkoba, Tim Tipidsus Polresta Banyuwangi Dapat Penghargaan

Bos Baby Lobster di Banyuwangi Diringkus Saat Pesta Narkoba, Libatkan Oknum Kades dan Polisi

Nikmatnya Menyantap Pepesan Sidat di Oling River Food Festival

Investasi Bodong di Banyuwangi, Polisi Periksa Terlapor Wanita Cantik

“Kapal ini melanggar ketentuan kapasitas muatan kapal sekitar 468 ton, dan juga penempatan muatan kapal yang kurang tepat. Ini terlihat dari indikasikan yang mengakibatkan kapal miring dan akhirnya tengelam.” (bwi1/rev)

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...