Massa aksi saat teatrerikal menyeret pemeran Sekda Jombang Ita Triwibawati di depan kantor Kejari Jombang, Jumat (9/12). foto: RONY S/ BANGSAONLINE
“Melalui aksi demo ini kami menuntut penegak hukum memproses kasus-kasus yang terjadi di Jombang. Seperti yang sudah diselidiki KPK kemarin, kasus pungli, dan lainnya harus segera dituntaskan. Penegak hukum jangan tinggal diam,” kata Hendro Suprasetyo, Ketua Lingkar Merah Putih Nasional di sela-sela aksi, Jumat (9/12).
Di samping itu, mereka juga meminta KPK memeriksa semua instansi pemerintahan di Kabupaten Jombang. “Jangan tebang pilih. Kami berharap KPK tingkatkan penyelidikan ke semua instansi-instansi di Kabupaten Jombang,” tandas Hendro.
Sementara itu, massa satunya yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang lebih awal mendatangi Kejari Jombang secara bergantian berorasi. Mereka juga menuntut hal serupa agar kasus-kasus yang ada di Jombang diproses dengan tuntas.
Mereka juga menyinggung agar penyelidikan KPK di kota santri terus dilanjutkan. “Seharusnya penyidik KPK bekerja tidak setengah-setengah dalam mengungkap dugaan kasus korupsi yang ada di Kabupaten Jombang.
KPK harus menggeledah semua instansi yang ada di Kabupaten Jombang. Hal ini dikarenakan masih banyak dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat yang belum tuntas penanganannya,” Hari Setyobudi, Koordinator aksi GMNI.
Menanggapi hal itu, Kasi Intel Kejari Jombang, Nur Ngali mengakui bahwa pihaknya hanya menangani satu kasus korupsi pada tahun 2016 yakni proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PDAM Ploso Jombang. Dari kasus yang pendanaannya bersumber dari APBN itu Kejari menahan 6 tersangka. Adapun kerugian negara diperkirakan Rp 576 juta dari total anggaran Rp 9,6 miliar.
Terkait kasus lain termasuk yang ada di instansi pemerintahan Kabupaten Jombang, Nur Ngali mengaku belum ada penanganan oleh pihaknya. “Selama ada laporan, fakta, data terkait kasus apapun, termasuk di pemerintahan pasti kita tindak lanjuti,” tadasnya. Sebelum membubarkan diri, massa aksi sempat bergeser menuju Mapolres Jombang. mereka berjalan kaki beriringan sembari berorasi secara bergantian. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




