Bupati bersama BPBD dan instansi terkait meninjau tanah longsor di desa Bence, kecamatan Kedungjajang.
Bupati tidak mengambil langkah terburu-buru. Karena longsoran masih terus berjalan. Dikarenakan di bawah tanah sebelumnya memang terdapat mata air. Sebelum longsor, mata air semakin membesar, sehingga berdampak pada tanah di atasnya mudah longsor.
Untuk itu, Bupati mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi longsor. Sebab, longsor tidak bisa diprediksi kapan terjadinya sehingga bahaya mengancam sewaktu-waktu.
Sementara akibat tanah longsor ini, sumber mata air yang biasa dipakai warga untuk kebutuhan sehari-hari dan mengaliri area persawahan tidak bisa dimanfaatkan kembali karena bercampur dengan tanah.
Untuk saat ini, Plt. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Agus Budiono mengungkapkan pihaknya telah menerjunkan tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) untuk memasang garis PNPB line agar warga tidak mendekat ke area tanah longsor.
"Sampai sekarang longsoran masih terus terjadi dan warga sudah diingatkan untuk tidak mendekat sejauh 2 km dari tempat longsor," pungkasnya. (ron/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




