Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro saat memeriksa kelengkapan surat-surat pengendara sepeda motor. foto: EKY NURHADI/ BANGSAONLINE
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro, Rabu siang (1/2) melepas ratusan personil untuk melaksanakan tugas operasi Simpatik Semeru 2017. Operasi tersebut digelar secara serentak mulai ini 1 Maret hingga 21 Maret di seluruh jajaran Polri.
Menurut Kapolres, operasi hari ini menyasar masyarakat yang melanggar lalu lintas di jalan raya. Misalnya, mereka yang melawan arus khususnya roda dua, melanggar marka, pengendara yang ugal-ugalan dan mereka yang tidak memiliki surat izin mengemudi.
BACA JUGA:
- Kapolres Bojonegoro Tinjau Langsung Kesiapan Pengamanan Gereja Jelang Natal 2025
- Operasi Zebra Semeru 2025 di Bojonegoro Catat 1.473 Pelanggaran ETLE
- Nahas! Seorang Anak di Bojonegoro Dicabuli Ayah Kandungnya Hingga Hamil 8 Bulan
- Operasi Zebra Semeru 2025, Polres Bojonegoro Bakal Tindak Tegas 7 Pelanggar Prioritas
"Diharapkan bisa meminimalisir jumlah pelanggaran dan menekan angka kecelakaan," jelas AKBP Wahyu S Bintoro kepada Bangsaonline.com.
Selain itu, sambung dia, sebagai upaya untuk menekan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. Juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap polisi dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib berlalu lintas.
"Kita akan terus berupaya untuk menekan angka kecelakaan juga membiasakan masyarakat tertib berlalu lintas," terangnya.
Sekadar diketahui, jumlah pelanggaran lalu lintas di Bojonegoro trennya terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2015 misalnya, jumlah pelanggaran sebanyak 5.439.052. Jumlah itu meningkat pada tahun 2016 kemarin mecapai 6.272.375 pelanggaran.
Selain pelanggaran, jumlah kecelakaan lalu lintas juga meningkat di tahun 2016 kemarin. Pada tahun 2015 jumlah lakalantas sebanyak 98.970 kejadian dan pada 2016 kemarin mencapai 105.374 kejadian. "Tahun ini sebisa mungkin akan kita tekan," tambahnya. (nur/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




