Aksi warga saat demo di depan pabrik gula PT. KTM.
Menurut perwakilan PT KTM, Ir Adi Prasongko, bau tak sedap tersebut muncul diduga akibat adanya bencana atau kecelakaan letupan pada tangki tetes dampak dari reaksi maillard akibat dari bahan baku tebu muda.
“Pemicunya adalah tingginya temperatur suhu yaitu mencapai lebih dari 41 derajat sehingga meluber ke kolam penampung. Ironisnya tembok penampung juga mengalami ambrol. Dan ini murni bencana,” terang Adi Prasongko pada sejumlah awak media.
Ditegaskan Adi Prasongko, selama ini pihaknya sudah melakukan airator atau pemberian udara, pemberian mikroba dan pemberian kapur agar bau yang ditimbulkan segera teratasi. “Yang jelas kami akan melakukan upaya maksimal untuk menangani persoalan ini, tapi kami butuh waktu,” katanya.
Usai menemui pihak PT KTM, sejumlah perwakilan pendemo kembali bergabung ke barisan pendemo yang lain yang menunggu di pintu gerbang PT KTM. Mereka kemudian membubarkan diri.
"Kami akan kembali datang untuk melakukan hal serupa dengan massa yang lebih banyak jika PT KTM tidak melakukan upaya untuk mengatasi persolaan tersebut. Bahkan kami akan melaporkan ke pihak yang berwajib atau polisi terkait masalah yang dapat meresahkan masyarakat tersebut," ancam Buwang. (qom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




