Mayat korban saat berada di kamar mayat RSUD dr. Darsono Pacitan.
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Kematian bisa datang kapan saja, di mana saja dan dengan cara apa saja, seperti yang dialami oleh Muhamad Aliyas, nelayan asal kota Pekalongan ini. Ilyas merupakan anak buah kapal (ABK) besar pencari ikan dengan nama lambung Bintang Kasih Makmur yang berlayar dari Jakarta.
Saat memasuki perairan bebas, korban mengalami diare yang tidak kunjung henti. Karena berada di lepas pantai, ABK ini hanya di tolong dengan obat seadanya. Penyakitnya yang sudah begitu akut, membuat ia akhirnya tak bisa diselamatkan lagi.
BACA JUGA:
- BPBD Pacitan Imbau Warga Waspada Gempa dan Potensi Tsunami
- Pacitan Berpotensi Gempa Megathrust, ini Penjelasan BMKG
- Tinjau Hasil Rekonstruksi Talud di Pacitan, Gubernur Jatim Disambut Ucapan Terima Kasih dari Warga
- Oknum Anggota Polres Pacitan Diduga Perkosa Tahanan Wanita, Kabid Humas Polda: Sudah Ditahan
"Dibenarkan adanya ABK yang meninggal, karena diare selama dua Minggu. Korban terpaksa dijemput oleh kapal sekoci dari pelabuhan Tamperan Pacitan hendak dibawa ke rumah sakit. Namun beberapa saat di darat, belum sampai ke RS, korban sudah meninggal dunia. Kejadiannya malam, kurang lebih pukul 23.00 WIB," kata Brigadir Gatot Dwiananto, Babinkamtibmas Mapolsek Pacitan, saat mendampingi Kapolres AKBP Suhandana Cakrawijaya, Minggu (16/07).
Jenazah korban langsung dibawa menuju rumah sakit untuk divisum dan dibersihkan, kemudian saat itu juga dibawa pulang ke rumah duka di Pekalongan. (pct1/yun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




