PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Anggaran WISMP (Water Resouses and Irrigation Sektor Management Project) yang diperoleh pemkab Pasuruan pada 2017 senilai Rp 2,79 miliar rupiah untuk kegiatan perbaikan jaringan irigasi di 8 lokasi di wilayah Kabupaten Pasuruan belum jelas realisasinya.
Menurut keterangan Kepala Dinas SDA dan Tata Ruang, dana dari pemerintah pusat itu sejatinya untuk mendukung program swasembada pangan Nasional. Dana tersebut digunakan kegiatan penanganan jaringan irigasi, di mana untuk penanganannya banyak melibatkan partisipatif masyarakat petani yang tergabung dalam HIPPA.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
“Untuk penangan fisik diupayakan rampung tepat waktu. Saat ini menginjak tahapan proses penyelesaian administrasi dari pihak ketiga,“ jelasnya.
Adapun sasaran kegiatan yang ditangani adalah perbaikan sarana irigasi tersier yang selama ini banyak dikelola oleh masyarakat petani yang tergabung dalam HIPPA. "Dengan adanya program WISMP ini, masyarakat petani diharapkan mampu mengelola irigasi secara mandiri," Kata Hanung.
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa untuk pelaksanaan kegiatan WISMP di Kabupaten Pasuruan mulai dikerjakan pada Bulan Juli dengan sistem KSO (kerjasama operasional) antara pihak penyedia jasa dengan masyarakat. ”Prosesnya saat ini masih lelang. Untuk titiknya tersebar di wilayah Kabupaten Pasuruan,“ jelas pria asal Prigen ini. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




