SURABAYA (bangsaonline) - Menjelang lengser dari kursi istana kepresidenan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meluncurkan program Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI) yang bisa diikuti seluruh masyarakat Indonesia.
Direktur Perencanaan Usaha dan Pengembangan Dana, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementrian Keuangan RI Muhamad Mahdu mengatakan, BPRI atau Indonesia Presidential Scholarship (IPS) menjaring 150 mahasiswa pasca sarjana program magister (S2) dan doktoral (S3) ke 50 kampus terbaik di dunia per tahun.
BACA JUGA:
- Wali Kota Batu Nurochman Apresiasi CSR Bank Jatim untuk Beasiswa 1000 Sarjana
- ITS Beri Beasiswa kepada 34 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera
- Serahkan Beasiswa dan Penghargaan Guru Favorit, Bupati Mojokerto Tegaskan Komitmen Sektor Pendidikan
- Universitas Al Hikmah Indonesia Tuban Luncurkan Program Satu Desa Dua Sarjana
"Tujuan dari program ini adalah mencetak calon pemimpin masa depan bangsa dalam tiga sektor kepemimpinan yaknipemerintah/TNI, swasta, dan masyarakat menuju Indonesia Emas tahun 2045 atau bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan RI," urai Mahdum.
Latar belakang peluncuran beasiswa ini adalah adanya rasa keadilan yang menjadi pertimbangan kepada masyarakat kurang mampu untuk dapat memperoleh pendidikan setinggi-tingginya.
"Presiden SBY berkeyakinan bahwa pemimpin masa depan harus dipersiapkan dan dibentuk secara aktif untuk profesi dan bidang apapun," ujar Mahdum lagi.
‪Beasiswa yang ada dibawah naungan lembaga kepresidenan ini didanai dari Dana Pengembangan Pendidikan Nasional dikelola LPDP yang berdiri sejak 2 tahun lalu melalui payung hukum UU No.19 tahu 2012 tentang APBN TA 2013 dan Keputusan Menteri Keuangan No.18/KMK.05/2012 tentang LPDP."Lalu LPDP menyalurkan dana kelola yang berasal dari penerimaan negara bukan pajak untuk dijadikan dana investasi (abadi) bagi pengembangan pendidikan nasional," beber Mahdum
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




