Mulai pagi hingga siang, diskusi berlangsung dinamis. Berbagai pertanyaan dan pendapat dilontarkan mahasiswa. "Kami ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, karena tidak semua dari kita mendapatkan materi seperti ini di kampus," ungkap Marsa, mahasiswa Teknik Kelautan.
Setelah diskusi dan berbagi pengalaman, para peserta diajak berkeliling fasilitas. Mereka diberi kesempatan untuk melihat fasilitas produksi, water basin, dan infrastruktur pendukung, termasuk area perkantoran.
Juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya menyampaikan, bahwa pihaknya sangat terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat yang ingin mengetahui tentang proyek minyak negara di Lapangan Banyu Urip. Kendati demikian, aspek-aspek keselamatan dan keamanan sangat diperhatikan.
"Kami senantiasa mengutamakan aspek safety, itulah sebabnya kenapa tidak bisa setiap hari dilakukan kunjungan. Dan setiap kali kunjungan, kami selalu menyampaikan penjelasan tentang keselamatan di Lapangan Banyu Urip," imbuhnya.
Rexy menjelaskan, melalui kunjungan seperti ini, EMCL mempunyai kesempatan untuk menyampaikan berbagai informasi tentang kegiatan di Lapangan Banyu Urip.
"Ini bagian dari upaya kita mensosialisasikan industri hulu migas kepada masyarakat," pungkasnya. (wan/gun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




