Korban saat dievakuasi oleh warga.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sikin (42), seorang petani warga Dusun Gayu, Desa Wanglu Kulon, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban meninggal tiba-tiba saat sedang menggarap sawah miliknya, Sabtu (25/11). Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.
Kepada Bangsaonline.com istri korban, Wartini mengungkapkan bahwa sebelum berangkat bersama dirinya, suaminya sempat mengeluhkan sakit kepala dan perut. Bukannya berobat, namun korban tak menghiraukan sakitnya dan tetap memilih berangkat ke sawah.
BACA JUGA:
- Dukung Pertanian Presisi, BRI Tuban Bangun Greenhouse di Kampus Mapesa Singgahan
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
"Saya sudah di sawah lain yang berjarak 1 kilometer, sedangkan suami saya ada di sawah sebelah. Tahu-tahu sudah tersungkur di tanah dan ditemukan oleh Dhopir yang tak lain juga tetangga," ujarnya.
Melihat dan mendengar suara Dhopir yang berteriak meminta pertolongan, para petani yang tak jauh dari lokasi korban berbondong-bondong menolong korban. Saat hendak dibawa ke rumah sakit, ternyata korban sudah tidak bernyawa dan badan suaminya sudah membujur kaku.
Terpisah, perangkat desa setempat, Musiran mengatakan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit paru-paru. Sebelum dievakuasi ramai-ramai ke rumah duka, warga sempat menunggu petugas medis dan petugas kepolisian. Karena terlalu lama, maka korban langsung dibawa ke rumah duka.
"Sanking lamannya menunggu petugas datang. Akhirnya, jenazah korban di gotong bersama untuk dibawa ke rumah duka dusun Gayu Desa Wanglukulon," ujarnya. (ahm/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




