latihan menari remo. foto: a zulfa/bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Paguyuban Seni Budaya Kampung Ilmu (PSBKI) yang terletak di tengah kampung ilmu Jl Semarang mempunyai obsesi menjadikan Kota Surabaya sebagai kota Remo. Demikian ditandaskan Ketua PSBKI Suwinto Londo (47), saat ditemui BANGSAONLINE, di pendopo Kampung Ilmu, Minggu (07/01/2018).
Dia mengaku ingin mengajak masyarakat Surabaya turut bekerjasama mengenalkan budaya lokal Surabaya melalui tari Remo. Londo mengartikan tari Remo dengan ‘Renovasi Mental’. Kata dia, tari remo mengisahkan perlawanan warga Jatim melawan penjajah.
BACA JUGA:
- Rangkaian Hari Jadi ke-756 Sumenep, Bupati Achmad Fauzi Pimpin Prosesi Arya Wiraraja
- Madura Ethnic Carnival 2025 Siap Digelar, Peserta Tembus 90 Orang dari Seluruh Jawa Timur
- Bupati Sumenep Berharap Festival Jaran Serek Terus Dilestarikan dan Dikenal Luas
- Disbudporapar Sumenep Gelar Festival Ketupat 2025, Kenalkan Budaya Telasan ke Generasi Muda
“Remo itu renovasi mental, mengenalkan dan membangun kembali budaya tradisional yang dimiliki Kota Surabaya,” tutur dia.
Menurut dia, di zaman digital ini perlu regenerasi untuk pengenalan budaya-budaya tradisional. “Semua jenis tari diajarkan, namun kemampuan yang harus wajib dimiliki oleh anggota paguyuban adalah Tari Remo. Remo ini tari khusus ikon Jawa Timur, apalagi di Surabaya,” ujarnya.
Warga Surabaya harus bisa, terlebih anggota PSBKI akan dibekali Tari Remo bolet, bolet jos, bolet kidung, dan gragak. “Ada banyak macamnya, Yang diajarkan hanya empat,” jelasnya tentang macam Tari Remo.
Tak ada pelajaran tertulis yang diberikan PSBKI, namun di sela-sela pemberian teknik menari, pelatih memberikan penjelasan terkait histori yang mengisahkan tari ini. “Saat menari tanpa iringan musik akan dijelaskan bahwa kisah di balik tarian ini,” jelas dia.
Saat ini ada 5 relawan. Dua berasal STWK (Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta), dua berasal dari SMKN 12 Surabaya, dan satu relawan Universitas Airlangga. Mereka berlima turut membantu melatih 250 anggota PSBKI yang digolongkan dalam 3 kelas.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




