Nusron Cs Gugat Golkar Rp 1 Triliun, Suhardiman Ungkap 13 Kesalahan Ical

Nusron Cs Gugat Golkar Rp 1 Triliun, Suhardiman Ungkap 13 Kesalahan Ical  Makin banyak yang minta Abu Rizal Bakrie untuk mundur dari posisinya sebagai ketua umum DPP Partai Golkar. Foto: http://kabarnet.in/

"Secara internal SOKSI mencatat ada tiga belas kegagalan Partai di bawah kepemimpinan saudara Aburizal Bakrie," katanya.

Suhardiman dalam pernyataannya menyebutkan kegagalan tersebut antara lain adalah kegagalan memenuhi target perolehan suara pada pemilu legislatif (pileg) 2014. DPP Partai sebelumnya menargetkan partai dapat meraup 30 persen perolehan suara nasional, namun yang didapatkan hanya 14,5 persen. Selain itu jatah kursi di parlemen pun menurun, dari 106 kursi menjadi 91 kursi.

Partai di bawah kepemimpinan Ical gagal untuk mencalonkan kadernya sebagai Presiden maupun sebagai Wakil Presiden. Sebelumnya Ical telah mendeklarasikan diri sebagai Calon Presiden (Capres), namun belakangan Ical lebih memilih agar partai mendukung pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.

Jusuf Kalla (JK) yang maju sebagai calon Wakil Presiden (Cawapres) menemani Joko Widodo (Jokowi) adalah mantan Ketua Umum DPP. Namun pasangan tersebut tidak didukung Partai , dan Ical justru memecat kader yang mendukung pasangan tersebut.

Suhardiman juga kesediaan Partai berkoalisi secara permanen dengan Koalisi Merah Putih juga merupakan kesalahan. Hal itu kata dia tidak dipertimbangkan dengan matang, dan tidak melalui prosedur yang sesuai.

Apalagi Ical sudah mensinyalkan Partai bersedia untuk mengambil sikap oposisi. Padahal kata dia ada 200 kader Partai yang menjadi kepala daerah, dan tidak mungkin untuk mengambil sikap oposisi melawan pemerintahan pusat.

Soal sikap Ical bersikukuh agar Partai menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada 2015 mendatang kata dia juga merupakan kesalahan. Pasalnya di Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), diatur soal Munas yang digelar setiap lima tahun. Namun Ical justru bersikukuh agar Munas bisa digelar tahun 2015, sesuai rekomendasi Munas 2009 yang digelar di Riau.

"Nyata-nyata kedudukan rekomendasi ada di bawah konstitusi Partai (AD / ART), dan bisa dikesampingkan. Rekomendasi bisa dilaksanakan bisa juga diabaikan," tuturnya.

"Dengan kegagalan Partai di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie, maka sudah sepantasnya saudara Aburizal lempar handuk, alias menyerah. Sikap seperti itu adalah sikap seorang kesatria yang memiliki tanggung jawab, jiwa besar, sportif dan memikirkan kemajuan partai ke depan," katanya.

Sumber: tempo.co.id

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO