Dari sisi belanja daerah di 2017, Riang menyebutkan terealisasi Rp 3,100 triliun rupiah atau terserap 92,99 persen, sedangkan di 2013 realisasinya mencapai Rp 1,7 39 persen atau naik 78,24 persen,untuk belanja tidak langsung tembus Rp 1,650 triliun rupiah pada 2017 dan realisasi di 2013 mencapai Rp 1,063 triliun. Untuk belanja langsung mencapai Rp 1,447 triliun di 2017.
"Sedangkan di 2013 Rp 675,321 miliar. Proporsi belanja tidak langsung terhadap realisasi belanja daerah di 2017 mencapai 53 ,25 persen. Sedangkan di 2013 tembus 61,17 persen, di sektor belanja lansung, proporsi mencapai 46,75 persen dan di 2013 sebsar 38,83 persen atau naik 7,92 persen," jelas Riang.
Sementara untuk pembiayaan daerah (pembiayaan netto) di 2017 tercatat Rp 176,390 miliar sehingga menghasilkan SILPA Rp 140,049 miliar. Sedangkan pembiayaan netto di 2013 mencapai Rp 181,925 miliar dan menghasilkan SILPA Rp 262,418 miliar.
"Dari gambaran ini SILPA mengalami penurunan 87,37 persen karena penggunaan anggaran di manfaatkan untuk pembangunan daerah," terangnya.
Beberapa prestasi juga diraih oleh Bupati Pasuruan selama lima tahun terkahir. Dari evaluasi SAKIP 2017, Kabupaten Pasuruan mendapat predikat BB (sangat baik) dimana pada evalusi SAKIP di 2014 mendapat predikat C (cukup).
“ini menunjukkan kesadaran dalam diri setiap aparatur pegawai yang bertanggung jawab,indikator kinerj yang terukur dan akuntabel,” pungkas Riang. (bib/par/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




