
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Debat pertama Cabup-Cawabup Jombang 2018 digelar oleh KPU setempat, Sabtu (12/5). Bertempat di gedung Pabrik Gula Djombang Baru, debat pertama yang disiarkan secara live oleh salah satu televisi swasta ini mengambil tema "Mewujudkan Pembangunan untuk Kesejahteraan Masyarakat Jombang".
Dipandu oleh Zeda Salim selaku moderator, sesi pertama dalam debat kali ini dimulai dengan pemaparan visi-misi oleh masing paslon, yakni paslon nomor urut 1 Mundjidah Wahab-Sumrambah, nomor urut 2 Nyono Suharli-Subaidi, dan nomor urut 3 Syafiin-Choirul Anam.
Selanjutnya di sesi dua, masing-masing paslon diharuskan menjawab pertanyaan yang dipilih secara acak. Pertanyaan itu dibuat oleh tim perumus, yakni Kholidmawardi (ahli kebijakan pembangunan Universitas Brawijaya), Widan Sahfitri (ahli ekonomi dari Universitas Brawijaya), dan Ari Wahyudi (ahli pemberdayaan dan model sosial Unesa).
Paslon nomor urut 2 mendapatkan kesempatan pertama. Pasangan Nyono-Subaidi mendapatkan pertanyaan tentang bagaimana mengatasi pembangunan di tiap-tiap wilayah di Jombang yang memiliki kondisi geografis berbeda-beda.
Menjawab pertanyaan ini, Subaidi menyatakan sudah menyiapkan konsep pembangunan untuk tiga wilayah di Jombang. Yaitu, untuk kawasan utara brantas, ia memaparkan telah memprogram penguatan dan pembangunan jembatan. Serta, dalam program unggulannya ia menyatakan bakal menganggarkan Rp 2 miliar untuk tiap desa.
"Sedangkan untuk wilayah selatan, kita akan jadikan Wonosalam sebagai kawasan pariwisata, karena Wonosalam mempunyai potensi tersebut dengan lahannya yang seluas 100 hektar," katanya.
Selanjutnya giliran paslon nomor urut 3. Pasangan Syafiin-Choirul Anam mendapatkan pertanyaan tentang bagaimana cara mengatasi ketimpangan antar wilayah.
"Saya selama tiga bulan ini sudah jelajah desa melihat kondisi langsung masyarakat. Untuk mengatasi ketimpangan wilayah, kami akan bersinergi gotong royong membangun kabupaten Jombang, mulai dari pertaniannya, perkebunannya.
"Kita ajak seluruh komponen bersatu padu membangun pertanian yang modern. Di sektor pertanian, saya pastikan ke depan tidak akan ada lagi masalah kelangkaan pupuk, juga penjualan hasil pertaniannya," jlentreh Gus Syaf.
Sedangkan paslon nomor urut 1 Mundjidah-Sumrambah mendapatkan pertanyaan tentang bagaimana mengatasi perlambatan pembangunan, di mana penyebab utamanya adalah sektor pertanian yang terus melemah.
Pertanyaan ini dijawab oleh Sumrambah selaku Cawabup. Menurutnya, masalah utama dalam melemahnya sektor pertanian adalah minimnya terobosan. Hal inilah yang membuat pertanian tidak bisa berkembang secara cepat.
"Karena itu, pupuk harus lancar. Tapi yang paling utama adalah kewilayahan produksi, dan diverfisikasi pertanian. Misalnya pemanfaatan tanah pekarangan. Di Peterongan ada penanam bunga, ini sangat bagus untuk menaikkan NTP (nilai tukar petani)," tuturnya. (rev/ian)