Petani kacang terpaksa menyiram tanah mereka dengan mendatangkan tangki air.
TUBAN, BANGSAONLINE.com – Sejumlah petani kacang tanah yang merupakan warga ring 1 PT Semen Gresik terancam gagal panen. Penyebabnya, musim panas datang lebih awal dari perkiraan, sehingga tanah tempat mereka menanam kacang tanah jadi mengeras.
"Sudah hampir dua bulan ini tidak turun hujan. Kacang yang siap dipanen jadinya begini, terpaksa disiram," ujar Yantono warga Desa Jarorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban saat ditemui BANGSAONLINE.com, Rabu (16/5).
BACA JUGA:
- Kolaborasi PT UTSG dan BUMDes Karanglo Sukses Panen 4 Ton Bawang Merah Senilai Rp120 Juta
- Hadiri Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Dicurhati Petani: Butuh Irigasi hingga Alat Pascapanen
- Pimpin Panen Raya Jagung 1,23 Juta Ton Serentak di Tuban, Presiden Prabowo Coba Combine Harvester
- Panen Raya Jagung di Tuban, Presiden Prabowo Puji Inovasi Pangan yang Dilakukan Polri
Senada dikeluhkan Sugeng, penebas kacang asal Pati tersebut mengeluhkan sulitnya proses pencabutan kacang tanah.
"Apa boleh buat mas, ini terpaksa daripada tidak bisa dipanen. Sudah habis dua tangki air, semoga segera hujan," harap Sugeng.
Sementara itu, pantauan di lapangan, petani kacang tanah sangat kesulitan saat memanen disebabkan kerasnya tekstur tanah akibat tidak turunnya hujan belakangan ini. (tbn1/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




