KPU Bangkalan gelar simulasi dan sosialisasi pungut dan hitung suara sekaligus evaluasi penyelenggara Pemilu yakni KPPS dan KPU. Tampak genangan air hujan membasahi halaman kantor KPU.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan menggelar simulasi dan sosialisasi pungut dan hitung suara sekaligus evaluasi penyelenggara pemilu bersama KPPS. Simulasi yang digelar di halaman kantor KPU dihadiri oleh Kapolres Bangkalan dan Forpimda lainnya, serta PPK dan sebagian KPPS.
Menurut Komisioner KPU Jatim Divisi Teknis, Simulasi, dan Sosialisasi Mohammad Arbayanto, simulaisi ini digelar supaya proses di TPS ke depan tidak terganggu akibat kekurangan pahaman stakeholder, KPUD/KPPS, atau pemilih.
BACA JUGA:
- KPU Umumkan Lukman-Fauzan Sebagai Pemenang Pilbup Bangkalan 2024
- Bawaslu Bangkalan Tangani 12 Pelanggaran Pilkada 2024, Mayoritas Soal Administrasi
- Korlap Tim Pemenangan Lukman-Fauzan Minta Jangan Ada Adu Domba Usai Pilbup Bangkalan 2024
- Pilkada Bangkalan 2024: Pasangan Lukman-Fauzan Raih 60,3 Persen, Mathur-Jayus 39,7 Persen
"Untuk memberikan pemahaman bagaimana mempergunakan hak pilihnya secara baik dan benar di TPS," tuturnya
Lanjutnya, simulasi hari ini juga untuk evaluasi dan juga memetakan persoalan yang muncul pada saat tahapan pungut dan hitung. Mengingat, ada berbagai jenis macam pemilih datang dengan aneka keadaan. Salah satunya, apabila ada pemilih yang mempergunakan formulir daftar pemilih tambahan (ATB) atau juga ada pemilih membawa e-KTP tapi tidak terdaftar dalam DPT, atau ada pemilih pindahan yang mempergunakan A5.
”Inilah pentingnya KPPS harus dapat memahami betul terhadap prosidur secara detil,” ungkapnya.
Ia mengungkapakan ada tiga elemen penting untuk mengonfirmasi bahwa orang yang datang sebenarnya orang yang ada di DPT, yakni C6, KTPE, dan Suket
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




