Penasaran, Mahfud MD Tanya Silsilah Kiai Asep sebagai Putra Pendiri NU

Penasaran, Mahfud MD Tanya Silsilah Kiai Asep sebagai Putra Pendiri NU Prof Dr Mahfud MD saat silaturahim ke Dr KH Asep Saifuddin Chalim di Pesantren Amanatul Ummah Syurabaya. foto: MMA/bangsaonline.com

Bersama Kiai Wahab, Kiai Abdul Chalim mendirikan Nahdlatul Wathan di Surabaya. Kiai Abdul Chalim saat di Surabaya tinggal di Jalan Kedung Sroko , kampung religius yang terletak di belakang Fakultas Kedokteran Unair.

Dalam organisasi Nahdlatul Wathan, Kiai Abdul Chalim jadi sekretaris sedang Kiai Wahab jadi ketua.

“Saat kiai-kiai mau mengirim utusan ke Hijaz yang kemudian mendirikan NU, ayah saya yang membuat suratnya. Saat merumuskan isi surat itu ayah saya mengusulkan kepada Kiai Wahab: apakah tujuan memerdekakan bangsa tak perlu dicantumkan dalam surat ke Hijaz? Kiai Wahab menjawab, o iya, itu yang utama,” ungkap Kiai Asep.

Karena itu mudah dipahami ketika Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari mendirikan NU Kiai Abdul Chalim juga berperan aktif bersama Kiai Abdul Wahab Chasbullah. Kiai Abdul Chalim dan Kiai Abdul Wahab inilah yang mengundang kiai-kiai dari Madura dan Jawa. Bahkan Hadratussyaikh mempercayakan kepada Kiai Abdul Wahab dan Kiai Abdul Chalim untuk mengisi susunan pengurus lantaran dua kiai muda ini yang paham siapa saja para kiai aktivis saat itu.

”Kan sebelumnya ayah saya sekretaris Nahdlatul Wathan, jadi banyak tahu siapa saja yang aktivis,” tutur Kiai Asep yang kini Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pusat.

Karena itu mudah dipahami jika dalam susunan pertama Kiai Abdul Chalim masuk dalam pengurus harian. ”Saat itu Kiai Hasyim Asy’ari sebagai Rais Akbar, Wakil Raisnya Kiai Dahlan Achyat, sedang Kiai Wahab Katib Awal, dan ayah saya Katib Tsani (Naibul Katib-red),” tutur Kiai Asep yang juga Wakil Mabinda (PMII) Jatim dan Mustasyar PCNU Surabaya.

”Selama ini orang-orang mengenal ayah saya sebagai sekretarisnya Kiai Wahab. Ya memang benar tapi sekretaris dalam organisasi,” tutur Kiai Asep.

Meski demikian Kiai Abdul Chalim tak sempat mendirikan pesantren. ”Kiai Wahab pernah pengatakan, dari semua kiai-kiai pendiri dan pengurus NU () hanya sampean (Kiai Abdul Chalim) yang tak punya pesantren. Ayah saya menjawab, nanti anak saya yang akan punya pesantren besar. Mendengar itu Kiai Wahab sempat terperanjat,” ungkap Kiai Asep.

Ternyata apa yang disampaikan Kiai Abdul Chalim benar. Kini putra Kiai Abdul Chalim, yaitu Kiai Asep Saifuddin Chalim punya pesantren besar.

Mendengar uraian Kiai Asep itu Mahfud MD tampak manthuk-manthuk. Apalagi saat Kiai Asep mengatakan bahwa apa yang ia sampaikan itu bukan hanya berdasarkan cerita dari ayahnya tapi memang ada dokumentasi yang ditashhih Kiai Abdul Wahab Hasbullah. Mahfud MD sekitar satu jam lebih terlibat diskusi dengan Kiai Asep Saifuddin Chalim. Selain menanyakan silsilah Kiai Asep sebagai putra salah satu kiai pendiri NU, Mahfud MD juga mendiskusian persoalan-persoalan aktual nasional. (MMA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO