Bandara Internasional Juanda Sidoarjo. Foto: okezone
SURABAYA(BangsaOnline)Para penumpang pesawat dari yang lewat jalur Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, dikabarkan resah. Karena bandara tersebut bakal ditutup untuk sementara bagi penumpang sipil. Bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) tersebut bakal digunakan untuk acara perayaan Hari Ulang Tahun le-69 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Trikora Harjo, General Manager Bandara Internasional Juanda mengatakan mulai 26 September hingga 30 September secara bertahap sekitar 219 pesawat militer akan memenuhi Bandara Juanda. Rencananya, pesawat dalam jumlah besar itu itu akan memenuhi 10 parking stand di terminal 1 dan terminal 2. "Tanggal 5-6 Oktober latihan diliburkan, kemudian pelaksanaan pada 7 Oktober," ujarnya, Senin (8/9/2014) seperti dikutip joss today.
Namun Kepala Pusat Komunikasi Kemenhub, J.A Barata menyatakan pihak TNI belum memberikan surat resmi penggunaan Bandara Juanda untuk latihan. Kemenhub berniat mengadakan rapat bersama pemangku kepentingan untuk menindaklanjuti rencana ini.
BACA JUGA:
- Meriahkan HUT Kota Batu, TNI dan PMI, Ratusan Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah
- Fun Run 5K Kodim 0819/Pasuruan Meriahkan HUT ke-80 TNI, 1.500 Peserta Turut Ambil Bagian
- Khitanan Massal, Pengobatan Gratis, dan Bansos Warnai Kegiatan HUT ke-80 TNI
- Sound Horeg Tejowangi Meriahkan HUT ke-80 TNI
JA Barata mengatakan, jika rencana ini disetujui maka pemerintah mempertimbangkan mengarahkan penumpang untuk menggunakan moda transportasi kereta. Selain itu juga, pemerintah akan menata ulang slot penerbangan pada hari itu.
"Karena belum ada surat resmi dari TNI jadi belum tahu jadi atau tidak," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (8/9).
Menurutnya, TNI baru menemui otoritas pengelola bandara Surabaya dengan membawa proposal rencana tersebut. Namun, lanjutnya, keputusan tetap harus keluar dari kementerian dan mabes TNI.
"Kita menunggu kejelasan dari pihak TNI. Kita akan rapatkan dalam 1-2 hari ini," tuturnya.
Dalam rapat ini, selain Kemenhub dan TNI, juga akan melibatkan Angkasa Pura I, otoritas Bandara Soekarno-Hatta dan Djuanda, serta INACA.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




