Abdul Chamid saat melayani salah satu pembeli.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Tak selamanya ibadah haji hanya bisa dijangkau oleh orang kaya. Penjual es tebu yang penghasilannya pas-pasan pun mampu berangkat ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam ke lima.
Salah satunya pasangan Abdul Chamid (59) dan Muchlisah (51), warga Dusun Kembeng, Desa Kepuhkembeng, Peterongan, Jombang. Rajin menabung dan kemauan keras untuk menunaikan rukun Islam ke lima membuat pasutri tersebut tahun ini bisa naik haji.
BACA JUGA:
- Aksi Koboi di Wonosalam Jombang Berakhir di Jeruji Besi
- Kemenhaj Tegaskan Larangan Jemaah Haji Ikut Ziarah dan City Tour Sebelum Puncak Armuzna
- Cuaca Musim Haji 2026 Hari Ini: Makkah Tembus 41 Derajat, Kelembapan Madinah Cuma 14 Persen
- Tanggung Akomodasi CJH ke Asrama Haji Surabaya, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemprov Jatim
"Saya menabung sudah 14 tahun untuk berangkat haji tahun ini. Karena itu yang saya cita-citakan dari dulu," kata Muchlisah kepada wartawan di rumahnya, Selasa (10/7/2018).
Sehari-hari Muchlisah dan suaminya berjualan es tebu di Taman Keplaksari, Peterongan. Penghasilan ibu tiga anak ini tak menentu.
Rata-rata setiap hari dia mendapatkan penghasilan Rp 60 ribu. Sementara di hari libur, keuntungan yang dia dapatkan bisa mencapai Rp 100-125 ribu.
Niat mulia naik haji yang dia kukuhkan bersama suaminya 14 tahun silam, membuat Muchlisah mulai rajin menabung. Nilai uang yang dia tabung juga tak terlalu besar. Hanya uang pecahan Rp 500, Rp 1.000, Rp 5.000, Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




