Supinah saat ditemani tetangganya yang juga satu rombongan haji dengannya. foto: ist
Rumahnya pun sangat sederhana, dinding dan lantai rumahnya sudah banyak yang pecah dan mengelupas. Supinah pun tak memiliki barang berharga apapun selain rumah tersebut
“Kasihan, sepedapun ia tak punya. rumahnya banyak yang ngelupas dan pecah. Layak dapat bantuan. Semoga dengan masuk TV, ada yang mau bedah rumah mbah Supinah,” ujar tetangga Supinah.
Tahun 2010, uang yang titipkan tetangganya telah terkumpul lebih dari dua puluh lima juta rupiah. Dengan diantar tetangganya, Supinah mendaftar haji.
Karena sudah lanjut usia, hampir satu tahun terakhir ini Supinah menyudahi pekerjaannya sebagai buruh tani. Kini ia bekerja serabutan seadanya. Dua hari sekali, ia petik bunga turi dari 1 pohon turi yang ia miliki. Bunga turi tersebut ia jual, dan mendapat uang berkisar lima ribu hingga sepuluh ribu rupiah.
Selain itu, Supinah juga mencari kayu untuk bahan bakar dapurnya. Meski usianya sudah lanjut, Supinah terlihat masih sehat dan kuat. Kebiasaan kerja kerasnya itu membuatnya bergerak terus akibatnya Supinah terlihat masih sehat dan bugar. Untungnya, Supinah tidak sendiri sasat menunaikan rukun Islam yang ke lima ini. Ia didampingi oleh tetangganya yang juga satu rombongan berhaji dengannya. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




